Terduga Teroris di BUMN Diyakini Bukan Cuma Satu, Erick Thohir Diminta Serius

Terduga Teroris di BUMN Diyakini Bukan Cuma Satu, Erick Thohir Diminta Serius

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Tertangkapnya seorang terduga teroris di salah satu perusahaan BUMN, yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI), membuat Islah Bahrawi, aktivis NU meminta pemerintah lebih serius.

Menurut dia, masalah kelompok radikal bahkan terduga terorisme di tubuh perusahaan BUMN bukanlah hal baru.

Islah menyampaikan, dirinya dan beberapa teman pemerhati masalah radikalisme, sering berteriak ketika ada pendakwah beraliran Wahabi atau pengusung Khilafah yang anti Pancasila berceramah di PLN, Telkom, Pertamina hingga di Badan Usaha penting milik negara lainnya.

Banyak karyawan BUMN, yakni Kementerian dan Lembaga negara yang mengharamkan Pancasila namun menyuapkan makanan kepada diri dan anak istrinya dari ‘Gaji Pancasila’.

“Mereka sadar, sangat sulit untuk melakukan makar atau revolusi terhadap negara ini. Maka yang mereka lakukan adalah dengan ‘kudeta perlahan’ melalui pengendalian lembaga-lembaga vital milik negara,” kata dia lagi.

Menurut Islah, kelompok kelompok tersebut berusaha menggelembungkan populasinya dengan harapan bisa mengendalikan negara ketika sudah menduduki posisi “decision maker” di setiap entitas yang mereka kuasai.

“Jurus awal mereka adalah; menguasai pusat kajian keagamaan di setiap lembaga tersebut dengan mendatangkan pendakwah-pendakwah agama yang memiliki resiliensi ideologi yang sama dengan mereka. Semisal pendakwah Wahabi, Hizbut Tahrir atau Ikhwanul Muslimin,” terang dia lagi.

Penangkapan tersangka teroris DE alias Danan alias Abu Nibras yang merupakan karyawan PT KAI (Persero), bukan lah satu-satunya di BUMN. 

“Masih banyak lagi yang selama ini bergerak diam-diam di berbagai institusi penting negara.

Perlu keseriusan dari mas @erickthohir dan stake holder lainnya untuk menyelesaikan ini. Indonesia punya Densus 88 yang bisa diajak kerjasama dan dilibatkan untuk menyelesaikan sengkarut persoalan radikalisme di BUMN,” tambah dia.

Densus 88 menurut dia bisa mencegah, assesment dan bisa juga menangkap. Dia meminta, Kementerian BUMN jangan menunggu sampai kelompok ini betul-betul beraksi di lapangan.

“Saya kira membersihkan kelompok radikal ini adalah tekad pak Jokowi sejak 2014. Karena beliau paham, satu orang saja berhasil melakukan teror, bisa runtuh ekonomi satu negara dalam sekejap.

Kita bisa bayangkan efek terornya andaikata orang-orang sejenis DE ini sudah menyusup ke badan usaha penerbangan, kereta api, distribusi BBM, listrik, telekomunikasi hingga lembaga keuangan. Jangan pernah menganggap sepele persoalan ‘radikal radikul’ ini.

“Tersangka DE alias Danan adalah alumni SMK 7 Bale Endah, Bandung (2012).

 Anda yang kenal dengan dia dan keluarganya di Bandung, pasti paham seperti apa tafsir agama yang diyakininya, hingga membuat Danan ingin mati syahid dengan berniat berangkat ke Suriah atau menyerbu Markas Brimob,” jelas dia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.