Terekam CCTV Berjaket Ojol, Ini Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Polrestabes Medan
Pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan. (Foto: ist)

Terkini.id, Medan – Pelaku peledakan bom bunuh diri di Markas Komando (Mako) Polrestabes Medan terekam lewat CCTB.

Dari rekaman CCTV yang beredar, tampak seorang pria sedang mengenakan jaket hijau kombinasi hitam sedang berjalan mengenakan ransel.

Rekaman CCTV tersebut beredar di grup WhatsApp, dan ditayangkan salah satu stasiun tv swasta.

Terlihat, pria tersebut justru meledakkan diri jauh dari kerumunan warga. Dia meledakkan bomnya di sekitar mobil yang terparkir.

Informasi yang beredar, pelaku berinisial RMN (24) tersebut tercatat sebagai warga Jl Nangka, Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, Kota Medan, Sumut.

Menarik untuk Anda:

Yang mengejutkan di KTP nya, pelaku berstatus pelajar/mahasiswa.

Informasi yang dihimpun kejadian terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.

Kronologi Kejadian

Sekira pukul 08.00 WIB, diduga pelaku masuk ke Polrestabes Medan menggunakan jaket ojek online.

Dilansir dari tribunnews, pelaku masuk melalui pintu depan menuju Bagian Operasi.

Sesampai di sana, pelaku meledakkan diri dan mengakibatkan korban jiwa luka-luka.

Akibat dari ledakan bom tersebut, 6 orang mengalami luka akibat ledakan.

Enam orang tersebut terdiri dari 4 anggota Polri kemudian satu PHL atau pekerja harian lepas dan satu warga sipil.

Selain menelan korban luka, ledakan bom itu juga merusak 4 kendaraan di mana 3 kendaraan milik dinas dan satu kendaraan milik pribadi.

Termasuk pekerja harian lepas J Purba luka dibagian wajah, anggota Propam dan Piket Bagian Operasi.

TNI-Polri Diminta Perkuat Penjagaan di Kantor-kantor Pemerintah

Pengamat Terorisme, Ridlwan Habib menilai pelaku bom bunuh diri tersebut pasti punya jaringan.

“Saya takin tidak sendiri. Pelaku bomnya memang satu orang. Tapi mungkin ada orang lain membantu merakit bom, menyuplai bahan baku dan lain-lain,” jelas dia melalui tayangan kompastv.

Dia pun meminta TNI dan Polri untuk melakukan penjagaan di kantor-kantor pemerintah dan lokasi-lokasi strategis lainnya.

Hal ini karena, belajar dari pengalaman sebelumnya, aksi bom bunuh diri biasanya memicu bom berikutnya di tempat lain.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Nadiem Makarim: 100 Persen Dana BOS Bisa Dipakai untuk Beli Kuota

Guru Ini Terdiam Lihat Muridnya Pakai Masker Bekas yang Usang, Talinya Dijahit

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar