Makassar Terkini
Masuk

Terkait Anggaran Pemilu, Helmi: Sekarang Hampir 100 Triliun, Tapi Dapetnya Kualitas Kardus

Terkini.id, Jakarta – Pemilihan Umum atau Pemilu rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang, baik Pemilu Legislatif (DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI), Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI maupun Pemilihan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota, Bupati dan Wakil Bupati).

Terkait anggaran dari Pemilihan Umum atau Pemilu ini, pegiat media sosial Helmi Felis menyorotinya. Ia menuliskan kalau anggaran pemilu yang hampir 100 triluan, tapi dapetnya kualitas kardus.

Hal ini ia sampaikan di akun media sosial Twitternya @Helmi_Felis pada hari Selasa, 24 Mei 2022.

“Anggaran Pemilu naik lagi (emoticon) 
Sekarang hampir 100 Triliun, tapi dapetnya kualitas kardus. Kan brengsek.!” tulis Helmi Felis

“Yakin 2024 Jurdil? Yang kemarin aja jelas curangnya. Inget Komisioner KPU Wahyu Setiawan? Jelas curang.!! 
“KANDANG BABI” sedang susun strategi kecurangan.!!! .” sambungnya.

Dikutip dari laman Kompas.com dengan judul berita “Di Hadapan DPD, KPU Paparkan Anggaran Pemilu 2024 Sebesar Rp 76 Triliun”, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari menyebutkan, alokasi anggaran Pemilu 2024 mencapai Rp 76,6 triliun.

Sebagian besar dari total anggaran Pemilu 2024 itu, digunakan untuk kegiatan tahapan/proses elektoral.

Sementara itu, sisanya dipakai untuk kegiatan dukungan, seperti rehabilitasi kantor dan gedung.

“Sekitar 82,71 persen atau Rp 63 triliun itu digunakan untuk pelaksanaan tahapan pemilu, baik honor ad hoc, logistik pemilu, sosialisasi, dan pendidikan pemilu,” ujar Hasyim dalam paparannya di hadapan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Selasa (24/5/2022).

Dalam data yang dipaparkan KPU, total Rp 76.656.312.294.000 yang diusulkan hampir separuhnya dialokasikan untuk kebutuhan sumber daya manusia/personel, yakni Rp 36 triliun, tepatnya Rp 36.687.830.483.000.

1. Tahapan pemilu/honor badan ad hoc: Rp 29.756.711.300.000
• Pemutakhiran data pemilih Rp 5.275.000.000.000
• Pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu Rp 144.135.900.000
• Pemungutan dan penghitungan suara Rp 24.337.575.400.000.

2. Dukungan tahapan pemilu
• Gaji/tunjangan kinerja pegawai sekretariat KPU Rp 6.931.119.183.000

Anggaran untuk kebutuhan personel lebih tinggi daripada kebutuhan logistik atau sarana/prasarana.

Dalam data yang sama, anggaran logistik untuk Pemilu 2024 diusulkan KPU sebesar Rp 21,2 triliun, tepatnya Rp 21.247.509.523.000.

Anggaran logistik paling banyak dialokasikan untuk pemungutan dan penghitungan suara sebesar Rp 11 triliun, tepatnya Rp 11.128.224.928.000.

Sisanya Rp 4,29 triliun untuk penetapan hasil pemilu, Rp 597 miliar untuk masa kampanye, dan Rp 5,2 triliun buat operasional perkantoran.

Di samping kebutuhan logistik dan personel, KPU menganggarkan alokasi dana Rp 12,6 miliar untuk pos anggaran regulasi, kemudian Rp 1,1 triliun untuk pos anggaran teknologi informasi (IT), dan Rp 17,59 triliun sisanya untuk pos anggaran aktivitas.