Masuk

Terkait Kenaikan Harga BBM, Eko Kuntadhi: Gak Ada Orang yang Senang dengan Kenaikan Harga

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi mengomentari soal bahan bakar minyak (BBM) yang mengalami kenaikan per 3 September 2022. Komentar tersebut ia lontarkan di akun media sosial Twitternya @_ekokunthadi.

Dalam cuitan di akun Twitter itu, Eko mengatakan bahwa tak ada orang yang senang dengan kenaikan harga termasuk harga BBM. 

“Gak ada orang yg senang dengan kenaikan harga. Termasuk harga BBM.” tulis Eko.

Baca Juga: Buntut Usulan Gibran Jadi Cawapres Anies, Nasdem Sindir Demokrat Kebakaran Jenggot

Menyambung dari cuitan sebelumnya, Eko juga membeberkan fakta tentang Venezuela. Kata EKo, negara yang terletak di ujung utara Amerika Selatan ini pernah ada mensumsidi rakyat dengan harga yang murah, namun pada akhirnya negara itu bangkrut.

“Tapi Venezuela pernah mengalami itu. Mensubsidi rakyatnya habis-habisan dengan harga murah. Sampai negaranya bangkrut.” ungkap aktivis media sosias ini.

Kemudian, kata Eko, kini rakyat Venezuela melarat dan menjadi imigran gelap di mana-mana.

Baca Juga: Politisi Demokrat Singgung Keberadaan Buzzer: Power of Reason Tergusur oleh Power of Money

“Kini rakyat Venezuela melarat. Chaos. Mereka jd imigran gelap di mana-mana.” jelas Eko.

Cuitan pria yang sering dianggap Buzzer Pemerintah ini mendapat puluhan tanggapan dari warganet. Berikut beberapa tanggapan warganet yang Terkini.id kutip dari kolom komentar media sosial Twitter Eko Kuntadhi.

“venezuela bangkrut bukan karena subsidi bbm wkwk karena pemerintah nya banyak yg korup dan selalu salah dalam pengambilan keputusan. ada ada aja si eko wkwk,” komentar akun Twitter @zakadri.

“Itulah maunya pemrotes dan yg nyuruh protes. Yg nyuruh2 protes tau, kenaikan BBM adalah keniscayaan, pemrotes tdk tau bahwa yg mereka bela itu para cukong kaya raya yg punya pabrk2 dng konsumsi BBM subsidi yg sangat besar.” tulis akun Twitter @herypur52666083.

Baca Juga: Eko Kuntadhi Ungkap Dana Ganjarist dari Biaya Sendiri

“Keliru. Faktor eksternal seperti embargo ekonomi Amerika Serikat sangat berpengaruh besar. Akhirnya ekonomi turun, kondisi politik diskenario chaos oleh antek2 USA. Toh skrng udh ga subsidi apa2 juga masih chaos negaranya,” kata @@ekadharmayudha_.