Terkini.id, Jakarta – Pakar Ekonomi Rizal Ramli menyebut kenaikan harga BBM membawa dampak keras pada kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. Salah satu dampak terlihat pada inflasi makanan yang kini mencapai 15 persen.
“Buat rakyat kita, inflasi makanan itu yang penting. Dengan ini, nih, inflasi sampai akhir tahun, makanan bisa (inflasi) 15 persen,” ungkap Rizal Ramli.
Selanjutnya ia menegaskan bahwa kedepannya inflasi makanan akan semakin menyulitkan masyarakat.
Menurutnya, harga BBM tidak perlu dinaikkan. Tapi, jika itu memang sangat perlu dilakukan, cukup dinaikkan sedikit dan secara bertahap.
Lebih lanjut dikatakan bahwa jika mengingat pada sejarah Indonesia, kenaikan harga BBM yang terlalu tinggi di masa Soeharto mendorong masyraakat untuk kemudian melengserkannya dari kursi presiden.
- Pertamina Umumkan Kenaikan Harga Beberapa Jenis BBM, Ustaz Muhammad Assaewad 'Colek' Pakar Ekonomi: Sudah Tidak Ada yang Peduli?
- Berita Rizal Ramli Sindir Jokowi, Ngabalin: Kasihan Pak Tua ini, Dalam Banget Lukanya
- Pakar Ekonomi Ini Sebut Pemulihan Ekonomi Bantaeng Berjalan Cepat Meski Masih Pandemi Covid-19
- Rizal Ramli Komentari Kinerja Pemerintah 1 Setengah Tahun Tangani Covid: Malah Buat Lelucon, Luar Biasa Dungunya!
- Ekonom UI Sebut Banyak Proyek Mubazir di Era Jokowi: Modalnya 50 Persen Lebih Besar
“Soeharto jatuh karena naikkin BBM tinggi banget, tanggal 1 Mei 1998, ya, atas saran IMF (International Monetary Fund). Tanggal duanya demonstrasi, rame (dan) rusuh di Makassar,” kata Rizal.
Dari kejadian tersebut, Rizal menilai pemerintah seharusnya mengukur daya kemampuan masyarakat sebelum menaikkan harga BBM.
Rizal mengaku lebih sepakat jika yang dinaikkan harganya adalah Pertamax. Sebab, diketahui Bersama bahwa orang-orang yang memakai BBM jenis tersebut pastilah memiliki kondisi ekonomi yang terbilang di atas rata-rata.
“Memang kaya, kok, karena yang pakai Pertamax ‘kan pasti mobil bagus lah,” kata Rizal seperti yang dilansir Terkini.id dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis 8 September 2022.
Selain itu, Rizal mengomentari bahwa pemerintah selalu kemahalan ketika meminjam sehingga banyak bakar uang untuk bunga pinjaman sebanyak 405 triliun per tahun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
