Terlibat Sejumlah Skandal, Dua Petinggi Pornhub Memutuskan Untuk Mengundurkan Diri dari Perusahaannya

Terlibat Sejumlah Skandal, Dua Petinggi Pornhub Memutuskan Untuk Mengundurkan Diri dari Perusahaannya

R
Adam Rais
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Sebuah berita menggemparkan datang dari dunia pornografi. Dua petinggi Mindgeek memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sejak 20 Juni 2022.

Dilansir dari akun Instagram resmi VICE Indonesia (Kamis 23 Juni 2022), CEO Mindgeek yang bernama Feras Antoon akan menjadi pemegang saham utama tetap, meskipun telah mundur dari posisinya. Tidak hanya pria tersebut, David Tassillo yang berperan sebagai CEO dan COO selama 14 tahun terakhir tersebut juga memutuskan untuk mengundurkan diri. Antoon juga menduduki posisi CEO dan COO bersama Tassillo.

View this post on Instagram

Sebagai informasi, Mindgeek adalah sebuah perusahaan bisnis konten pornografi terbesar di dunia. Mindgeek terkenal sebagai perusahaan induk dari beberapa situs porno yang memiliki reputasi tinggi seperti YouPorn, RedTube, Pornhub, dan juga Brazzers.

Pada tahun 2013, pemilik dari Mindgeek, Fabian Thylmann, menyetujui perusahaan tersebut dibeli oleh Tassillo dan Antoon. Kedua pria tersebut kemudian merancang serta mengakuisisi beberapa asset porno lain karena dulunya perusahaan tersebut sudah memiliki portofolio dari beberapa situs yang kurang dikelola secara maksimal.

Pihak dari Pornhub sendiri tidak membeberkan alasan yang membuat kedua petinggi tersebut mengundurkan diri dari posisinya secara rinci. Mereka mengungkapkan bahwa perubahan pola bisnis yang mempengaruhi kedua bos besar untuk mengundurkan diri.

Baca Juga

Perusahaan ini sedang memposisikan diri untuk bisa mendapat celah pertumbuhan jangka panjang. Karenanya, sisa direksi lain di Mindgeek secepatnya akan mencari pengganti Antoon dan Tassillo sembari tetap menjalankan roda operasional sehari-hari,” tulis keterangan dari Pornhub.

Selain tidak mengungkapkan banyak, kabarnya Mindgeek tertimpa masalah di dua tahun belakangan. Awalnya, perusahaan tersebut memfasilitasi perdagangan manusia serta adanya pornografi anak-anak yang memicu kritikan pedas dari pegiat HAM. Hal tersebut berdasarkan laporan investigasi dari New York Times. Tidak berhenti disitu, perusahaan Mindgeek diserang oleh beberapa kelompok anti-pornografi di Kanada dan US, yang targetnya untuk menutup situs-situs porno secara permanen melewati kampanye online pada tahun 2020.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.