Ternyata, Ini Penyebab Macet Parah di Batua Raya

Kemacetan parah di pertigaan Jalan Batua Raya kota Makassar
Kemacetan parah di pertigaan Jalan Batua Raya kota Makassar

Terkini.id, Makassar – Kemacetan parah di pertigaan Jalan Batua Raya kota Makassar semakin meresahkan pengendara lantaran mereka seringkali terjebak selama berjam-jam.

Volume lalu lintas yang menghubungkan Jalan Urip Sumoharjo, Abdullah Daeng Sirua, dan Antang Raya meningkat signifikan selama beberapa tahun terakhir.

Pengamat transportasi modern, Arief Sulistyo mengusulkan adanya rekayasa lalu lintas secara permanen dengan memberlakukan satu arah di siang hari.

“Butuh rekayasa lalu lintas satu arah secara permanen di siang hari,” kata dia, Jumat, 13 Maret 2020.

Arief mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut merupakan solusi jangka panjang yang dapat ditempuh. Volume kendaraan yang tinggi serta kondisi jalan sudah tak mampu lagi menampung kendaraan.

“Problem ada pada kapasitas jalan yang memang sudah tak mampu menampung volume kendaraan yang tinggi,” terang Arief.

Dia menilai Jalan Batua Raya bukan lagi jalur alternatif. Hal itu berbeda dengan 10 tahun lalu, jalur ini masih bisa dilewati dua arah meski pada waktu puncak kepadatan kendaraan.

Tiga tahun terakhir, Batua Raya sudah menjadi jalur protokol utama. Peran strategis sebagai jalur penyambung antara selatan dan utara serta timur kota, kata Arief, membuat kawasan ini mengalami peralihan besar.

“Ada 40 persen kendaraan dari timur kota menuju selatan melewati Batua Raya. Begitu juga sebaliknya. Akibatnya, terjadi tumpahan kendaraan pada jam-jam tertentu,” jelasnya.

Batua Raya mengalami kemacetan parah pada dua waktu puncak kepadatan kendaraan, yakni pada siang hari dan menjelang petang. Sumbu kemacetan ada di ujung selatan Batua Raya, yakni di pertigaan Borong-Toddopuli.

“Dengan satu arah, kemacetan bisa diminimalisir. Tergantung hasil kajian saja, satu arahnya ke mana. Apakah dari selatan ke utara atau dari utara ke selatan,” papar Arief.

Ia menjelaskan, satu arah bisa diberlakukan setengah hari atau satu hari penuh. Dan baru dibuka dua arah pada malam hari sekitar pukul 19.00 WITA.

“Karena puncaknya kepadatan itu baru menurun pada jam 7 malam,” sebutnya.

Arief mengatakan, risiko satu arah tetap ada. Tapi lebih banyak efek positifnya. Ia mencontohkan, Jalan Sungai Saddang dan Adiyaksa juga dulu dua arah. Setelah peralihan menjadi satu arah, kemacetan relatif bisa ditekan.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Jalan Dishub Kota Makassar, Muhammad Irlan, mengatakan usulan tersebut tak menutup kemungkinan akan diberlakukan.

“Kami hampir tiap hari dengan kepolisian berada di lapangan, sehingga kami perlu lihat secara real seperti apa kondisi dan tidak menutup kemungkinan apapun yang menjadi harapan dan usulan dari masyarakat,” kata Irlan.

Menurutnya, sebelum hal itu diputuskan, Irlan membutuhkan kajian mendalam dengan sejumlah pihak salah satunya dari pihak kepolisian.

“Memang kalau bicara tentang manajemen rekayasa lalu lintas dalam konteks berubah arah memang perlu kajian. Bagaimanapun ini dampaknya ke masyarakat,” ucapnya.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cegah Corona, PMI Makassar Semprot Disinfektan Dua Perumahan Dosen

Gandeng PMI Makassar, PT Bintang Salurkan 1000 APD ke Sejumlah RS

DPRD Makassar Alokasikan Rp10 Miliar Untuk Penanganan Covid-19

KM Lambelu Dikarantina 2 Mil Dari Dermaga Makassar

Pemkot Makassar Belum Terapkan PSBB, Ini Tanggapan Ketua DPRD

Hindari Politisasi Penyaluran Bantuan Dampak Covid-19

Jurnalis distribusikan APD di 11 Kecamatan Kota Makassar

PMI Makassar Semprot Disinfektan Balai Kota

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar