Bentuk Tim Khusus, Pemkot Bakal Singkirkan Pak Ogah

Pak Ogah/ Ist

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar akan menyingkirkan para juru pengatur arus lalu-lintas partikelir atau yang dikenal Pak Ogah di semua jalan di wilayah setempat. Sebab, keberadaan mereka membuat arus lalu-lintas semakin macet.

Pak Ogah sering membuat jalan semakin semerawut lantaran lebih mendahulukan kendaraan yang ingin berbelok. Walhasil, kendaraan yang lurus menjadi tertahan.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Mukhtar Tahir mengatakan, selama ini penanganan Pak Ogah dari segi metode sudah tepat. Hanya saja, kata dia, karena tak ada yang mengomandoi maka terjadi saling lempar tanggung jawab.

“Dulu saling lempar tanggung jawab saja. Sekarang sudah dibentuk tim. Kalau dulu hanya diskusi lalu turun,” kata dia, Selasa, 11 Februari 2020.

Kehadiran Pak Ogah, menurut Mukhtar, lantaran terjadi dinamika sosial akibat perubahan kota. Lantaran melihat ruang dan kemacetan yang terjadi maka Pak Ogah terus bermunculan.

Menarik untuk Anda:

Menangani itu, Ia mengatakan telah mengusulkan untuk membentuk tim khusus yang langsung dikomandoi Satpol PP.

“Dengan melihat peluang, mereka mengais rezeki yang kemudian salah satunya tidak tertib dan menyusahkan banyak orang,” kata dia.

Setelah ditertibkan, Mukhtar mengatakan pihaknya bakal memberi alternatif penyelesaian berupa pelatihan dan hal lain. Sehingga, ke depan, Pak Ogah tak kembali ke jalan lagi.

Penjabat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb menyebut kehadiran Pak Ogah di Makassar sudah lama. Namun petugas, kata dia, kesusahan melakukan penangkapan.  

“Begitu ada petugas hilang Pak Ogah,” kata dia .

Untuk itu, untuk menyingkirkan Pak Ogah, Iqbal mengatakan telah mencari solusi permanen yang substansial untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Misalnya Pak Ogahnya sendiri kita arahkan kemana dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Update 8 Juli Covid-19 di Makassar, 1.100 Sembuh

Perwali Dinilai Keliru, Dishub Makassar Sebut Libatkan 300 Orang di Perbatasan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar