Terobosan Baru! Tunaikan Qurban di Tengah Pandemi, IZI Usung ‘Abon Kita Qurban IZI’

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar- Tanpa terasa satu bulan kedepan umat muslim di seluruh dunia akan segera merayakan hari raya Idul Qurban. Hari raya yang identik dengan berbagi daging sapi dan kambing kepada kaum muslimin yang kurang mampu kali ini harus dijalankan dalam suasana pandemi. Pandemi Covid-19 masih terjadi, utamanya di Indonesia.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pandemi yang terjadi memberikan dampak yang luar biasa masif kepada seluruh masyarakat di berbagai sektor kehidupan, salah satunya ekonomi. Gelombang PHK yang masih terjadi menyebabkan banyaknya masyarakat yang menjadi masyarakat yang rentan dan terancam tidak mampu memenuhi kebutuhannya seperti sedia kala.

Hal tersebut ternyata menjadi bahan pertimbangan penting bagi Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dalam memodifikasi dan membuat terobosan baru dalam momen hari raya qurban kali ini. Lembaga Amil Zakat Nasional yang berdiri sejak tahun 2016 dan telah memiliki 17 cabang di seluruh Indonesia dan berpusat di Jakarta ini, membuat sebuah terobosan qurban dengan daging sapi dalam bentuk abon.

Saat ditemui di Kantor Perwakilan IZI Sulawesi Selatan, Arman selaku Kepala Perwakilan menyatakan bahwa terobosan ini diambil sebagai langkah adaptasi dengan keadaan pandemi saat ini dan dinilai mampu secara efektif dan efisien dalam memberikan efek yang jangka panjang yang jauh lebih baik, dibandingkan dengan qurban dengan fresh meat seperti tahun-tahun sebelumnya sebelum terjadi pandemi.

Menarik untuk Anda:

“Program Abon Kita Qurban IZI ini merupakan langkah kami dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kami mempertimbangkan banyak hal, utamanya adalah kemampuan ketahanan pangan masyarakat kurang mampu dalam menghadapi kesulitan ekonomi di tengah pandemi. Selain itu, dalam proses pembuatan abon ini kami juga melibatkan berbagai sektor UMKM masyarakat, mulai dari peternak sapi lokal, pemusatan sembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) resmi, dan dua UMKM masyarakat pembuat abon. Bisa dikatakan ini juga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lintas sektoral,” jelas Arman.

Tidak lupa pula Arman menegaskan bahwa pembuatan abon yang memiliki tagline ‘Abon Kita Qurban IZI’ ini sangat mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 sesuai arahan pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kebersihan dan kesehatan abon yang akan diproduksi.

“Kami sepenuhnya mengikuti arahan pemerintah mengenai protokol kesehatan yang harus dijalankan. Kami memilih RPH sebagai pusat sembelih untuk menghindari kerumunan warga, sesuai arahan pemerintah. Dalam prosesnya kami melengkapi seluruh orang yang terlibat dalam produksi abon ini dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah berstandar, seperti menggunakan face shield, masker medis, celemek, dan sarung tangan khusus yang telah disediakan,” imbuh Arman.

Qurban dengan abon merupakan hal baru dan masih tabu di kalangan masyarakat. Arman menjelaskan bahwa berqurban dengan daging yang telah diolah diperbolehkan dalam islam. “Adapun mengenai aturan dan hukum qurban dengan daging olahan itu diperbolehkan. IZI memiliki Dewan Kepatuhan Syariah yang telah mengkaji terobosan baru ini secara hukum islam. Jadi masyarakat tidak perlu takut dan ragu bahwa qurban yang dilaksanakan akan melenceng dari aturan islam,” pungkas Arman.

Dalam kesempatan tersebut Arman juga menambahkan bahwa produksi abon seluruh cabang IZI se-Indonesia akan berpusat di Kota Makassar. UMKM produsen abon yang terlibat antara lain, UMKM Abon Kita dan KWN (Kelompok Wanita Nelayan) Fatimah Azzahrah yang memiliki andil besar dalam pemberdayaan masyarakat. Arman berharap dalam menghadapi pandemi ini, ketahanan pangan masyarakat bisa tetap terjamin, sembari memastikan UMKM masyarakat tetap berdaya. Bak sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, seperti itulah harapan IZI dengan terobosan baru qurban yang diusungnya tahun ini.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Prof Ambo Asse Dilantik Sebagai Rektor Unismuh, NA Makassar Doakan yang Terbaik

Ini Akibat Bermain Jari di Medsos, Terciduk di Batas Kota

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar