Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menyindir Sekjen HRS Center Haikal Hassan terkait penangkapan tersangka teroris yang diketahui merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI).
Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, Jumat 5 Februari 2021, mengatakan sejak banyak anggota FPI ditangkap àparat atas kasus terorisme, Haikal Hassan jadi lebih sering ‘cuci tangan’.
“Sejak banyak anggota FPI ditangkap DivHumas_Polri karena ternyata teroris, si babeh Haikal sekarang jadi sering ‘cuci tangan’,” cuit Denny Siregar.
Ibarat cuci tangan, ia pun meminta Haikal untuk mencuci tangannya yang bersih.
“Yang bersih beh, pake sabun yang banyak, biar bau amisnya hilang,” tuturnya.
- BOD Safety Walkdown Perkuat Budaya Keselamatan, PLN UID Sulselrabar Resmikan HSSE Control Center
- Mahasiswa KKN Unhas Dampingi 15 UMKM Miliki Identitas Digital melalui Google Maps di Desa Bontomanai
- Pemkab Bulukumba Dukung Aspirasi Pemanfaatan Lahan Eks HGU Lonsum untuk Kepentingan Masyarakat
- 10 Ribu Muslimah Ramaikan Salam Indonesia di Makassar, Wali Kota Soroti Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Ekonomi
- Di Forum APINDO 2026, Wali Kota Munafri Tawarkan Potensi Besar Investasi Kota Makassar
Sebelumnya, Haikal Hassan belum lama ini menegaskan bahwa dirinya bukan anggota Front Pembela Islam maupun Front Persatuan Islam (FPI).
Oleh karenanya, Haikal Hassan ingin meluruskan soal adanya sebutan pentolan FPI yang disematkan kepada dirinya.
Hal itu diungkapkan Haikal Hassan dalam kanal Youtube Akbar Faizal Uncencored pada Senin 1 Februari 2021.
Mengutip Tribunnews.com, Haikal menjelaskan bahwa hubungannya dengan Habib Rizieq Shihab adalah sebagai Sekjen HRS dan bukan sebagai anggota FPI.
“Saya garis bawahi saya bukan anggota FPI. Banyak orang menyangka pentolan, meskipun adalah sekretaris HRS Center,” ungkapnya.
Kendati mengaku bukan anggota FPI, namun Haikal Hassan tak menampik bahwa dirinya banyak tahu soal Rizieq Shihab maupun FPI sehingga ia sering dimintai keterangan menyangkut Rizieq dan ormas tersebut.
“Jadi saya sering dipanggil sebagai narasumber dalam urusan seperti itu (FPI), sehingga orang melabelkan saya pentolan FPI. Padahal bukan sama sekali,” kata Haikal.
Diketahui, aparat Densus 88 Polri telah menangkap belasan terduga teroris di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada 6 Januari 2021 lalu.
Belakangan diketahui, sebagian di antaranya adalah anggota Front Pembela Islam atau FPI dan diketahui pernah berbaiat ke ISIS.
“Iya, hasil pemeriksaan Densus itu mereka memang anggota FPI Makassar. Tapi tidak semua (terduga teroris yang ditangkap adalah anggota FPI),” kata Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam, Kamis 4 Januari 2021 seperti dikutip dari laman resmi Divisi Humas Polri.
Irjen Merdisyam mengungkapkan, terduga teroris tersebut berbaiat kepada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi. Mereka sudah berbaiat dengan kelompok teroris itu sejak tahun 2015.
Pembaiatan para tersangka teroris ke ISIS tersebut, kata Merdisyam, dihadiri oleh sejumlah pimpinan FPI.
“Tahun 2015 itu ada pembaiatan di Limboto. Pembaiatannya waktu itu sama anggota FPI,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
