Masuk

Terungkap! Kronologi Kanit Reskrim Polsek Tallo Makassar Dicopot

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, setelah mengamankan 48 orang terduga pelaku kriminal hasil penggerebekan jajaran Tim Patroli Perintis Presisi dan Thunder Polda Sulsel.

Batalyon 120 Makassar kini jadi perbincangan hangat, khususnya warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal tersebut pula semakin menjadi perbincangan lantara Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Tallo Resor Kota Besar Makassar, Iptu Faizal, dicopot 

Baca Juga: Pasca diguyur Hujan Seharian, Inilah Sejumlah Titik yang Terendam Banjir di Makassar

Sebagaimana diketahui bahwa lokasi pengerebekan di Jl Korban 40.000 jiwa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Dalam penggerebekan itu, turut diamankan 164 anak panah busur, sejumlah senjata tajam dan botol minuman keras (miras).

Adapun fakta-fakta Batalyon 120 Makassar dan pencopotan Iptu Faizal. Dikutip dari Detik. Senin, 12 September 2022.

Baca Juga: Remaja Wanita Terjatuh dari Lantai 18 Hotel di Makassar

1. Batalyon 120 atas Inisiasi Kombes dan Wali Kota

Organisasi Batalyon 120 dikabarkan terbentuk atas inisiasi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Kabar itu dikuatkan saat pembentukan atau launching yang berlangsung di Lapangan Karebosi pada Senin, 14 Maret lalu.

Dalam peluncuran itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto hadir bersama Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Baca Juga: Terciduk! 8 Orang Pelaku Penyerang Warung Kopi di Makassar ditangkap Polisi

Tidak hanya itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana juga hadir dalam launching itu.

2. Tujuan Batalyon 120 Makassar Dibentuk 

Tujuan Batalyon 120 dibentuk kata Komandan Batalyon 120 Izhald, untuk menekan angka kriminal jalanan di Kota Makassar.

“Tujuan dibentuknya Batalyon agar dapat merangkul mereka supaya tidak melakukan kejahatan lagi,” kata dia.

“Kami mulai melebarkan sayap, karena per hari ini masih banyak masyarakat yang mengeluh akan geng motor,” sambungnya.

Sejauh ini lanjut Izhald sudah terdapat sembilan ketua geng motor yang direkrut sebagai anggota Batalyon 120.

“Jadi ada sembilan ketua geng motor yang sudah kami rekrut. Misalnya geng bodrex dan geng terobos itu sudah kita rekrut,” jelas Izhald.

“Itulah yang kami lakukan sehingga ada banyak anak-anak di sini, dari Gowa dan Maros. Cuman belakangan ini masih ramai lagi karena masih ada kabupaten tetangga yang datang masuk pergi ke kota Makassar,” tuturnya.

3. Kronologi Penggerebekan

Sejumlah aparat kepolisian menggerebek ruko yang dijadikan sekretariat organisasi Batalyon 120 di Jl Korban 40.000 Jiwa, Kota Makassar, Minggu, 11 September dini hari kemarin.

Penggerebekan oleh tim Patroli Polda Sulsel itu, berhasil mengamankan sejumlah botol minuman keras (miras).

Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan puluhan anak panah busur, sejumlah senjata tajam jenis parang hingga samurai.

4. Kanit Reskrim Dicopot

Usai penggerebekan sekretariat Batalyon 120, Kanit Reskrim Polsek Tallo, Iptu Faisal, dicopot dari jabatannya.

Hal ini diungkapkan Faisal saat dihubungi Tribun Timur, Minggu sore.

Dia mengatakan, kabar pencopotannya ia peroleh dari Kapolsek Tallo.

“Iya, saya tadi dapat kabar pencopotan dari kapolsek. Kata kapolsek, dia ditelepon langsung sama kapolrestabes,” jelasnya.

5. Ditelpon Kombes usai Penggerebekan

Alasan pencopotan dirinya sebagai Kanit Reskrim, berhubungan dengan penangkapan pemuda di sekretariat Batalyon 120.

Pasalnya, pasca penangkapan, Faisal diminta langsung oleh kapolrestabes untuk melepaskan 48 orang tersebut paling lambat pagi hari (Minggu).

“Saya memang ditelepon (diminta) untuk melepas (yang ditangkap) pagi-pagi, sama kapolrestabes. Tapi itu perintah lisan saja. Jadi saya takut juga lakukan (melepas) karena pertanggung jawabannya nanti,” ujarnya.

6. Pasrah dan diminta menghadap

Selain kabar pencopotan dirinya, Faisal mengaku diminta untuk datang ke Mapolrestabes Makassar menemui pimpinan.

“Besok (Senin) saya disuruh datang ke Polrestabes. Tapi mulai hari ini saya sebenarnya sudah disuruh pakai pakaian dinas,” jelasnya.

Faisal mengatakan, langkah yang ia lakukan sudah tepat. Karena saat kejadian penangkapan, hanya dua orang petugas yang berada di kantor.

Apalagi, katanya, ia banyak mendapat kabar miring terkait kelompok Batalyon 120 dari warga sekitar.

“Tidak apa-apa kalau saya mau dicopot, saya rasa yang saya lakukan ini sudah benar. Sudah banyak laporan dari warga soal Batalyon, coba tanya sendiri. Warga sudah tidak respect lagi,” tutupnya.