Tewasnya Polisi Penembak Laskar FPI Berinisial EPZ Masih Misteri, Polri Sebut TKP Fiktif?

Tewasnya Polisi Penembak Laskar FPI Berinisial EPZ Masih Misteri, Polri Sebut TKP Fiktif?

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Tewasnya seorang anggota polisi yang menjadi penembak laskar Front Pembela Islam (FPI) dalam peristiwa Tol KM50 masih terus mengundang tanda tanya.

Selain karena peristiwa pada bulan Januari itu baru diungkap Polri baru baru ini, diketahui Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau lokasi tewasnya EPZ anggota polisi tersebut juga misteri.

Hal itu lantaran alamat tewasnya EPZ seperti disampaikan Polri, yakni di jalan Bukit Jaya, kecamatan Setu Kota, Tangerang Selatan, tidak ditemukan. Warga di sekitar Kecamatan itu mengaku tidak ada jalan bernama Bukit Jaya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan kronoloti meninggalnya EPZ. Anggota polisi tersebut dinyatakan mengalami insiden kecelakaan tunggal di jalan Bukit Jaya, Setu Kota, Tangerang Selatan pada 3 Januari 2021 lalu.

Saat itu, EPZ tengah mengendarai sepeda motor honda Scoopy tengah malam saat insiden naas tersebut.

“Diinformasikan 1 terlapor atas nama EPZ telah meninggal dunia dikarenakan kasus kecelakaan tunggal motor scoopy yaitu terjadi pada 3 Januari 2021 sekitar pukul 23.45 WIB. TKP dari kecelakaan tunggal tersebut yaitu di jalan Bukit Jaya, kecamatan Setu Kota, Tangerang Selatan,” kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 26 Maret 2021 dikutip dari tribunnews.

Rusdi menyampaikan EPZ sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Namun nyawanya tidak tertolong, EPZ dinyatakan meninggal dunia keesokan harinya pada 4 Januari 2021.

“Kemudian pada tanggal 4 Januari 2021 sekitar pukul 12.55 WIB, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia,” ungkap dia.

Namun demikian, Rusdi menyatakan proses penyidikan dugaan kasus unlawful killing laskar FPI tetap berjalan. Khususnya terhadap dua polisi yang menjadi terlapor lainnya.

“Tentunya proses penyidikan masih berjalan dan penyidik Bareskrim Polri akan tuntaskan secara professional, transparan dan akuntabel,” tukas dia.

Tidak Ditemukan Jalan Bukit Jaya

Mengutip dari Wartakotalive.com, lokasi yang disebut-sebut pihak Polri terkait kecelakaan tunggal yang menewaskan EPZ selaku terduga penembak anggota FPI tidak ditemukan.

Seorang warga bernama Boye (36) yang berprofesi sebagai juru parkir di kawasan itu mengaku tak mengetahui lokasi tepat Jalan Bukit Jaya yang disebut pihak Polri.

“Sembilan tahun jalan sepuluh tahun saya markir di sini. Enggak ada Jalan Bukit Jaya, adanya Bakti Jaya. Kayaknya baru denger saya juga (Jalan Bukit Jaya-red),” kata Boye pria yang telah menjadi juru parkir selama 10 tahun saat ditemui di lokasi, Setu, Kota Tangsel, Sabtu 27 Maret 2021.

Bahkan, Boye mengaku dirinya yang telah menjadi juru parkir selama 10 tahun itu belum mendapat kabar adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara motor.

“Saya markir disini sudah sembilan jalan sepuluh tahun belum pernah ada kecelakaan. Kalau kecelakaan biasa-biasa sih mungkin sebulan sekali mah ada,” jelas Boye.

“Pokoknya siapa yang markir, karena saya disini yang dituain kalau ada kecelakaan sampai meninggal pasti saya dikasih tahu. Walaupun ada kecelakaan sampai meninggal pasti ada yang laporan ke saya, kecelakaan parah atau tidak parah pasti saya dikasih tahu,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Bakti Jaya, Fiqri Yanuardi Putra turut membenarkan tak adanya Jalan Bukit Jaya pada kawasan Bakti Jaya, Setu.

Menurutnya, pada jalan protokol utama yang terdapat di kawasan itu hanya bernama Jalan Raya Puspiptek.

“Kalau didalam perumahan saya kurang hapal ya, tapi kalau dominannya enggak ada sih. Kalau Jalan Bukit Jaya, Kecamatan Setu itu saya baru denger, adanya Bakti Jaya, kalau jalan Bukit Jaya saya belum tahu ya,” katanya saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Sabtu (27/3/2021).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.