Terkini.id, Sopeng – Limbah cair puskesmas Cangadi, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng dibuang ke parit.
Padahal, PKM tersebut belum memiliki Sarana Sanitasi Air Limbah.
Hal tersebut diungkap Retno Saputra, Kasubag Perencanaan Dan pelaporan Dinas Kesehatan Soppeng. Dia mengungkap PKM Liliriaja Belum memiliki IPAL dikarenakan terkendala Anggaran.
“Kalau puskesmas Cangadi Belum memiliki Ipal karena masih menunggu anggaran dari Pusat. Sementara limbahnya dibuang ke saluran biasa atau selokan atau ke penampungan,” jelasnya.
Selain Liliriaja masih ada Dua PKM, yakni Leworeng dan Salotungo Belum memiliki IPAL begitu pun juga Laboratorium Kesehatan Daerah Soppeng belum memiliki instalasi Pengelolaan Air.
- Ribuan Dapur Makan Bergizi Gratis di Indonesia Timur Disuspend
- Didampingi Pj Gubernur Sulsel, Presiden Jokowi Resmikan IPAL Senilai Rp1,2 Triliun di Makassar
- Wali Kota Makassar Gerah Soal IPAL Hingga Jaringan Utilitas Semrawut
- DPRD Makassar Terima Keluhan Soal Proyek Galian IPAL dan Pendataan PKH
- Dinas PU Makassar Temukan Retakan, Lubang, dan Longsor di Bekas Galian IPAL
“Untuk tahun ini cuma 3 yang di anggarkan PKM Cangadi,Leworeng dan Labkesda sementara PKM Salotungo di anggarkan tahun 2022.
Sementara Iksan Mahmud pemerhati lingkungan Mengatakan salah satu prosedur dalam Puskesmas harus ada Ipalnya.
“Dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas, menyatakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan wajib memiliki IPAL.”
“Wajib fasilitas kesehatan memiliki Ipal,kalau tidak memiliki Ipal terus limba cair dibuang kemana, kalau di buang Ke parit dan parit tersebut terhubung ke Pemukiman jadi itu sudah menjadi pencemaran lingkungan.”
Iccank juga mengungkap bahwa Puskesmas Cangadi telah di resmikan 5 maret 2019 lalu. “Jadi sudah dua tahun PKM Liliriaja belum memiliki IPAL, dan kalau itu benar dua tahun masyarakat sudah dicemari oleh limbah cair dari PKM Liliriaja,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
