Tiga Cara Penyelesaian Sengketa Konsumen di BPSK

konsumen
Direksi GMTD periksa kualitas bangunan sebelum diserahkan ke konsumen

Terkini.id – Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dibentuk sejak tahun 2001 berdasarkan Keputusan Presiden. Badan dibentuk bagi masyarakat yang ingin mengadu tentang masalah sengketa konsumen.

Prof Andi Muhammad Sopyan selaku Wakil Ketua BPSK Kota Makassar menyebut, terdapat tiga cara dalam penyelesaian sengketa konsumen. Yaitu konsiliasi, mediasi. dan arbitrasi. Ketiga jalur penyelesaian tersebut diberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat.

“Jadi konsumen diberi hak untuk memilih dengan cara apa ingin menyelesaikan sengketanya. Tidak bayar,kemudian 21 hari harus sudah ada putusan,” kata Sopyan , Sabtu 29 Juni 2019.

Sopyan menambahkan, Kota Makassar memiliki 9 orang majelis yang mengurus perkara. Majelis tersebut, terdiri dari tiga unsur yaitu pelaku usaha, konsumen, dan pemerintah.

Anggota BPSK yang nanti akan menangani perkara berubah jadi majelis. Kota Makassar jumlahnya 9 orang. Tapi maksimal 6 orang dan minimal 3 orang.

“Jadi ada tiga unsur majelis. Pelaku usaha, konsumen, dan PNS,” kata Sopyan.

Peran Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dalam menyelesaikan segala persoalan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha memang belum dikenal secara menyeluruh oleh lapisan masyarakat, sehingga diharapkan adanya sosialiasi lanjutan terkait peranan dan tugas BPSK dalam menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan peraturan perundangan Perlindungan Konsumen.

Adapun keputusan yang diambil oleh majelis BPSK bersifat final dan mengikat, sesuai dengan metode penyelesaian yang dipilih oleh konsumen, apakah mediasi, konsiliasi, atau arbitrase. Artinya, setiap pihak yang terlibat dalam persidangan atau kasus sengketa yang diajukan berhak untuk melaksanakan putusan tanpa terkecuali.

Berita Terkait