Terkini.id, Makassar – Tim Gugus Percepatan dan Penanggulangan Coronavirus Disease (COVID-19) Kota Makassar menyebut kasus Corona semakin melandai.
“Data sepekan terakhir ini mengalami penurunan. Sebelumnya biasanya kita dapat pasien 100-120 per hari, sekarang sudah mengalami penurunan, pasien didapat antara 35-40 kasus per hari,” ujar Ketua Tim Epidemiologi COVID-19 Makassar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, Ansariadi, Senin 24 Agustus 2020.
Penurunan itu, kata Ansariadi, diperkirakan dua pertiga dari bulan Juni.
Menurutnya, hal itu tidak lepas dari intervensi yang dilakukan pada pertengah Juli hingga mengacu pada Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 36 tentang Percepatan Pengendalian COVID-19.
“Kecenderungan penurunan kasus pekan ini bila dibandingkan pekan kemarin terlihat cukup signifikan, dari 35-60 kasus per hari, kini 35-40 kasus per hari,” ujarnya.
- PLN Mobile Padel Competition 2026 'Smash Your Energy' Dimulai, Kolaborasi PLN dengan 52 Instansi
- Wabup Gowa Buka Kampoeng Eropa City Trail Run 2026, Didorong Jadi Kalender Event Tahunan Gowa
- PT Bumi Karsa Dorong Transformasi Digital Konstruksi lewat Penguatan Kompetensi BIM
- Momen UMKM Ekspor Lakukan Businesss Matching, KKI 2026 Catat Transksi Ratusan Miliar
- Menko Zulhas di Muktamar V Wahdah Islamiyah Ungkap Arah Ekonomi Prabowo: Mulai MBG Hingga Kopdes, Koreksi Pasar Bebas Menuju Swasembada Pangan
Oleh karenanya, Ansariadi berharap pekan depan kasus penularan corona terus menurun hingga bisa lepas dari pandemi.
Pihaknya juga mengatakan, meskipun dalam laporan harian terjadi penambahan hingga 70-an kasus per hari, namun itu bukan hasil spesimen swab hari ini, tapi dari akumulasi beberapa hari lalu.
“Dan baru dilansir hasilnya, sehingga terlihat bertambah banyak,” tambahnya.
Kendati demikian, pihaknya optimistis pandemi ini segera berakhir.
Adapun terkait dengan kasus penurunan karena pengurangan spesimen, kata Ansariadi, itu tidak berpengaruh besar.
Sebab menurutnya, boleh jadi pertama jumlah kasus berkurang, kontak eratnya berkurang, yang dulunya 100 kasus, kontak eratnya mungkin sekitar kalau 20-an.
“Sekarang kasusnya berkurang, mungkin kontak eratnya berkurang, mungkin tidak selalu begitu. Bila kontak erat berkurang jumlah spesimen yang diperiksa tentu berkurang, tetapi kalau saya dengar positif masih sekitar 30 persen,” terangnya.
“Artinya dari semua yang diperiksa masih kurang lebih dari sepertiga di antaranya positif itu,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
