Tingginya Kebutuhan Daging Ayam Sehat, Mahasiswa Polbangtan Gowa Tak Henti Lakukan Penyuluhan di Tengah Pandemi COVID-19

Tingginya Kebutuhan Daging Ayam Sehat, Mahasiswa Polbangtan Gowa Tak Henti Lakukan Penyuluhan di Tengah Pandemi COVID-19

R
Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Saat ini masyarakat semakin menyadari akan kebutuhan ayam sehat, ayam yang memiliki rasa dan aroma yang enak, rendah lemak dan kolesterol. Apalagi di masa pandemi Covid-19, makanan yang sehat akan mampu meningkatkan imunitas tubuh.

Ketersediaan daging ayam yang sehat menjadi tanggungjawab insan pertanian. Bahan makanan daging ayam menjadi salah satu favorit masyarakat Indonesia untuk dikonsumsi. Selain pengolahannya yang sederhana, daging ayam juga mudah dikreasikan menjadi jenis masakan apapun.
Namun, siapa sangka, memilih daging ayam bukanlah perkara mudah. Mendeteksinya dengan hanya sekali melihat tentu tak bisa dijadikan patokan.

Untuk memenuhi hal tersebut, Siti Chadidjah Isra, mahasiswa Jurusan Peternakan, Polbangtan Gowa turut ambil bagian memberikan penyuluhan (22/4) kepada Kelompok Tani Sikatutui, Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Menurut Siti, ciri-ciri daging ayam yang baik dan segar adalah (1) Warna daging umumnya putih keabuan dan cerah, (2) Warna kulit ayam biasanya putih kekuning-kuningan dan bersih, (3) Jika disentuh, daging terasa lembab tidak lengket, dan (4) Serat daging ayam halus, mudah dikunyah dan digiling, mudah dicerna, serta memiliki flavor lembut.

“Saat ini masyarakat sangat butuh informasi tentang ciri daging ayam yang baik dan sehat, apalagi di bulan Ramadhan ini, konsumsi daging ayam semakin meningkat. Oleh karena itu, kami terjun langsung ke masyarakat memberikan penyuluhan agar masyarakat memahami ciri daging ayam yang baik dan sehat,” tutur Siti.

Baca Juga

Lebih lanjut Siti menjelaskan bahwa penyiapan daging ayam yang sehat dimulai dari proses budidaya. Melalui proses budidaya yang baik akan dihasilkan daging ayam yang diminati semua orang dengan rasa dan aroma yang enak dengan kandungan
kolesterol dan lemak yang rendah.

Sosok Siti adalah salah satu generasi milenial yang diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian. Seperti yang sering disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian perlu diprioritaskan sehingga lebih prospektif dan berpeluang ekspor. Oleh karenanya dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaruan pembangunan pertanian.

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian  bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL.

Sejalan dengan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu, Kita harus lakukan regenerasi petani kepada petani milenial dan petani andalan. Karena petani milenial dan petani andalanlah sebetulnya yang paling berperan sangat strategis di dalam pembangunan pertanian Indonesia,” tegas Dedi.
(MRNI/WLN8)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.