Terkini.id, Makassar – Kabar palsu dalam bentuk rekaman suara semakin merajalela, terutama menjelang Pemilihan Umum 2024.
Disinformasi ini bahkan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dengan memanfaatkan figur publik dan isu-isu terkait pemilu.
Diperparah lagi dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang memudahkan pembuatan hoaks audio secara cepat dan efisien.
Teknologi AI memungkinkan aktor jahat untuk menganalisis data audio, mengenali pola serta karakteristik suara target, lalu membuat tiruan suara yang sulit dibedakan dengan aslinya.
Meskipun pada dasarnya AI dikembangkan untuk tujuan positif, seperti membantu mereka yang mengalami gangguan suara, namun AI juga digunakan oleh pihak jahat untuk menyebarkan hoaks.
Terkini telah menemukan sejumlah deepfake, baik dalam bentuk audio maupun video, yang beredar menjelang Pemilu 2024.
Contohnya, sebuah rekaman suara yang diduga menampilkan Ketua Partai Nasdem, Surya Paloh, sedang marah-marah kepada Anies Baswedan setelah debat capres 2024.
Sebelumnya, juga beredar video deepfake yang menampilkan Presiden Jokowi berpidato dalam bahasa Mandarin.
Meskipun terlihat tidak berbahaya pada pandangan awal, pemalsuan audio justru lebih sulit untuk dideteksi dibandingkan pemalsuan video. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk waspada terhadap hoaks berupa suara palsu yang menggunakan teknologi AI ini.
Berikut adalah beberapa tips untuk mendeteksi audio deepfake:
- Perhatikan apa yang dikatakan: Cermati pengucapan dan aksen yang mungkin tidak konsisten. Misalnya, dalam rekaman suara deepfake, kata-kata dan intonasi suara dapat terdengar janggal.
- Perhatikan bunyi dari suaranya: Perhatikan apakah ada gangguan digital atau suara robot yang terdengar dalam rekaman tersebut. Jeda yang tidak wajar atau tinggi nada yang tidak pas juga dapat menjadi indikator adanya deepfake.
- Perhatikan bunyi latar belakang: Selain suara obyek manusia, perhatikan juga bunyi dari latar belakang. Apakah suara latar tersebut konsisten atau terjadi perubahan yang mencurigakan?
- Bersikap curiga: Dengan cepatnya perkembangan teknologi AI, berbagai tips dan alat untuk mendeteksi deepfake kemungkinan besar juga akan terus diperbarui. Oleh karena itu, penting untuk selalu bersikap curiga dan skeptis terhadap informasi yang tidak jelas asal-usulnya.
Dengan memperhatikan tips di atas, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan kritis dalam menyikapi informasi yang mereka terima, terutama yang berkaitan dengan Pemilu 2024.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
