Terkini.id, Jakarta – Netizen ramai mengomentari soal perubahan nama Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed.
Netizen menyoroti bahwa nama tersebut akan membuat kubu ‘cebong’ dan kubu ‘kadrun.’
Pasalnya, ‘cebong’ yang mendukung Pemerintahan Jokowi terkenal anti lada hal-hal berbau Arab.
Sementara, ‘kadrun’ yang sering mengkritik kebijakan pemerintah justru sebaliknya.
Maka, netizen menilai bahwa kedua kubu akan bingung harus mengkritik atau memuji pergantian nama itu.
“Cebong dan kadrun bakalan bingung. Mau nyinyir tapi namanya Arab. Tapi Arabnya Arab liberal,” kata @nerfdetaila.
“Cebong mau ngehina karena ke-arab-arab-an tapi bikinan pemerintah. Setidaknya kadrun bisa terlindungi meski dilema,” komentar @KuliDapur.
“Waduuh, kok bisa ya kadrun dijadiin nama jalan tol.. Bukannya selama ini para buzzer nggak suka yang berbau kadrun?” komentar @Ahmadfuadie2.

Adapun perubahan nama Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) itu diresmikan hari ini, Senin, 12 April 2021. Peresmian itu juga disiarkan secara virtual.
“Melalui Keputusan Menteri PUPR Tangga; 8 April 2021 ditetapkan nama jalan tol ini menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed,” kata Hedy Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, dilansir dari Republika.
Hedy mengatakan bahwa peresmian nama baru Tola Layang Japek tersebut diharapkan dapat meningkatkan hubungan kerja sama diplomatik antara Indonesia dan UEA.
Katanya, selama ini jalan tol sepanjang 36,4 kilometer tersebut memiliki kepadatan lalu lintas hingga 200 ribu kendaraan perhari.
“Jadi tol ini merupakan jalur urat nadi perekonomian Indonesia dan berada di kawasan industri dan permukiman berkembang pesat di timur Jakarta,” jelas Hedy.
Sementara itu, Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri mengucapkan terima kasih dan penghargaan setingginya kepada pemerintah seluruh rakyat Indonesia.
“Dengan penamaan jalan tol ini, kami sangat bangga dan senang mendapatkan penghargaan semacam ini dari Indonesia,” kata Abdullah Salem.
Abdullah Salem lalu menuturkan bahwa hubungan Indonesia dan UEA selalu menjadi momentum positif. Bahkan kerja sama dengan Indonesia sudah dilakukan di banyak sektor.
“Ini pasti akan menjadi yang terbaik untuk kepentingan rakyat Indonesia dan kita pasti akan melihat lebih banyak lingkungan yang lebih besar dan lebih banyak lagi pembangunan yang akan terjadi dalam waktu dekat,” ungkap Abdullah Salem.
Peresmian itu juga turut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dan Menteri Sekretaris Negara Mensesneg), Pratikno.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
