Terkini.id, Jakarta – Langkanya solar si SPBU membuat Anggota Komisi VI DPR RI, yakni Andre Rosiade turut mengeluh dan memberikan sentilan pedas.
Itu karena mnurut Andre, antrean solar di SPBU pada dapilnya sering kali sangat panjang dan mengular.
Ia pun meminta kepada rakyat Indonesia dengan harga mobil tertentu untuk tahu diri, agar tak lagi ikut mengantre subsidi.
“Faktanya solar masih mengantre, yang perlu dicatat bagaimana Perpres 191 tahun 2014 itu bisa betul dilaksanakan, Pertamina tentu tidak bisa kerja sendiri,” jelas Andre.
“Harus bekerja sama dengan aparat untuk melaksanakan Perpres ini karena faktanya kita masih melihat antrean di SPBU secara mengular.”
- Rumah Makan Padang Babi, Anggota DPR: Maksudnya Apa? Kasih Makanan Non Halal Pakai Nama Minangkabau
- Usai Mangkir! Mendag Lutfi Akhirnya Hadiri Rapat di DPR, Klaim Telah Temukan Mafia Minyak Goreng
- Fahri Hamzah Dihujani Penolakan Dari Anggota DPR Terkait Usulannya, 'Bang Fahri Itu Kura-Kura Dalam Perahu!'
- Pilpres 2019 Prabowo Menang Mutlak 87 Persen di Sumbar, Kata Andre Rosiade, Kesetiaan Warga Sumbar Hanya Untuk Prabowo
- Andre Rosiade Usul ke Jokowi Gelar Formula 1: Ekonomi Bangkit di Tengah Pandemi
Dengan tegas ia meminta agar ada peraturan yang lebih jelas dari Pemerintah dan Pertamina terkait pembatasan kendaraan yang bisa menggunakan solar subsidi.
“Mobil-mobil yang harganya lebih dari Rp500 juta jangan ngantri subsidi lagi,” tuturnya, sebagaimana dikutip terkini.id dari Voi pada Rabu, 30 Maret 2022.
“Dan Pertamina harus berani mengusulkan itu ke BPH Migas, harus berani mengusulkan itu ke Menteri ESDM supaya betul-betul rakyat yang membutuhkan subdisi itu yang mendapatkannya,” sambungnya.
“Karena antrean yang mengular itu bukan hanya menyulitkan orang untuk mendapatkan solar subsidi, tapi juga mengganggu mobilitas dan mengganggu pergerakan ekonomi lain.”
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Perseroan), yakni Nicke Widyawati, mengungkapkan kuota solar subsidi pada 2022 ditetapkan sebesar 15,1 juta kilo liter (kl.
Kuota itu, di mana alokasinya kepada Pertamina sebesar 14,9 juta kl dan PT AKR Corporindo (AKRA) 186 ribu kl.
Namun, Pertamina memproyeksikan, permintaan solar subsidi pada tahun ini bisa meningkat hingga 16 juta kl.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
