Terkini, Makassar – Selama lebih dari lima dekade terakhir, perusahaan pertambangan berkelanjutan di Sulawesi, PT Vale Indonesia terus merawat upaya transisi energi hijau yang terbarukan.
Dengan tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang digunakan untuk menghidupkan industri smelternya, PT Vale menjadi role model perusahaan yang mendukung Asta Cita pemerintah terkait transformasi energi hijau.
Atas usaha-usaha PT Vale dalam menjaga keberlanjutan dan energi hijau ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberi penghargaan untuk perusahaan anggota holding Mining Industry Indonesia (MIND ID) tersebut.
Dalam momentum peringatan HUT Ke-356 tahun Provinsi Sulsel yang diselenggarakan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Minggu 19 Oktober 2025, PT Vale menjadi salah satu perushaaan yang diundang menerima penghargaan.
PT Vale yang diwakili Senior Coordinator Government & Stakeholder Relations PT Vale, Esse Yuspianti, menerima penghargaan tersebut yang diserahkan melalui Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus.
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
- Yayasan AHM Berikan Penghargaan kepada Tiga Bengkel Binaan Berprestasi
- Perkuat Budaya Keselamatan Laboratorium, Polbangtan Kementan Gelar Workshop Pengelolaan Limbah B3
- New Honda BeAT Tampil Lebih Ekspresif dengan Warna dan Striping Baru
Dua hal yang menjadi alasan pemberian penghargaan PT Vale Indonesia, yakni peran aktifnya dalam menjaga Kelesetarian Lingkungan dengan Menanam lebih dari 9,5 Juta Pohon di Wilayah DAS di Sulsel yang luasnya hingga 14.230 hektare.
Kedua, kontribusinya dalam Pengelolaan PLTA Bendungan Sejumlah 3 unit sebagai wujud Kepedulian terhadap Pengembangan Energi Terbarukan.
Dalam sambutannya, Akhmad Agus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi Sulsel dan stakeholder lain yang telah berkontibusi menunbuhkan ekonomi di provinsi ini.
“Ekonomi di Sulsel tumbuh hingga di atas 5 persen Per Agustus 2025. Tentunya ditopang oleh pertanian dan industri pengolahan, perdagangan dan jasa,” ungkap dia.
Dia juga menyinggung sektor nikel yang turut memberi kontribusi besar.
“Pada energi mineral, kluster nikel di Sorowako, Luwu Timur, yahg didukung pembangkit listrik tenaga air, mendorong praktik industri yang lebih hijau,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
