“Angka stunting di Gowa pernah tinggi sekali karena data yang tidak valid, sehingga 2 tahun ini selain melatih kader Posyandu kami juga melakukan pembenahan administrasi posyandu sehingga anak yang ditimbang bisa diketahui penyebabnya dimana, dan setelah itu barulah didapatkan data riil yang Alhamdulillah sangat menurun,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Plt TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina membacakan sambutan seragam dari Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian.
Ia mengatakan PKK Sulsel bersama PKK 24 kabupaten/kota selama ini mengambil peran sebagai mitra pemerintah daerah dengan ikut menyukseskan program-program pemerintah.
“Makna gerakan PKK bukan hanya menjadikan keluarga sebagai sasaran, tetapi juga inisiatif keluarga yang lebih baik sebagaimana tujuan pembangunan nasional. Apalagi selama pandemi Covid-19, PKK harus mengambil peran melakukan kampanye memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” katanya.
Naoemi juga mengungkapkan terima kasihnya atas kontribusi dan peran yang dilakukan para kader, baik di tingkat desa/kelurahan hingga kehadiran pengurus baru TP PKK di sejumlah kabupaten setelah Pilkada serentak 2020.
“Kita baru saja melakukan Pilkada serentak, tentu saja berpengaruh terhadap kepengurusan TP PKK kabupaten/kota sehingga diharapkan untuk selalu menjaga komitmen dan dedikasi serta dukungan dari bupati dan walikota,” harapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
