Tragedi Maut Susur Sungai, Siswi SMP Turi Dimakamkan di Hari Ulang Tahunnya

Tragedi Maut Susur Sungai, Siswi SMP Turi Dimakamkan di Hari Ulang Tahunnya

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Sleman – Salah seorang korban tewas tragedi susur sungai di Sleman, Yogyakarya adalah Khoirunnisa Nur Cahyani.

Kini, pemilik nama lengkap Khoirunnisa Nur Cahyani Sukmaningdyah Binti Dwi M Dedi S tersebut telah dimakamkan pada Sabtu 22 Februari 2019.

Pada pusaranya di pemakaman Dusun Karanggawang, Girikerto, Turi, Sleman, papan bertuliskan ‘Lahir 22-2-2007’ itu terlihat masih basah dengan bunga-bunga segar tertabur di atasnya.

Khoirunnisa merupakan salah satu korban meninggal saat acara susur sungai dan dimakamkan hari Sabtu (22/2/2020) ini di makam Dusun Karanggawang Girikerto, Turi.

Dia adalah putri dari Dedi Sukmana. Gadis itu lahir 22 Februari 2007.

Baca Juga

Khoirunnisa merupakan anggota pramuka SMPN 1 Turi yang turut serta dalam kegiatan susur sungai.

Khoirunissa menjadi salah satu siswa yang terseret derasnya arus di Sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta saat kegiatan susur sungai berlangsung.

Dia ditemukan dalam kondisi tewas oleh tim SAR gabungan pada Jumat (21/2/2020).

Gadis itu dikebumikan di hari ulang tahunnya ke-13 pada Sabtu (22/2/2020).

Pemakaman Khoirunnisa dilangsungkan pada Sabtu (22/2/2020) di Karanggawang Girikerto, Turi, Sleman, DIY.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya anak kita, Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah, yang hari ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-13, persis jatuh di hari,” kata Sri dalam bahasa Jawa dikutip dari Tribun Jogja.

Wakil bupati meminta, keluarga tabah menghadapi cobaan tersebut.

“Mari kita doakan semoga anak (Khoirunnisa) yang kita cintai diterima oleh Allah. Insya Allah, jannah bagi anak kita,” ucap dia.

Tragedi Susur Sungai

Khoirunnisa tewas dalam kegiatan ekstrakulikuler pramuka susur sungai.

Kegiatan yang disebut oleh pihak sekolah sebagai program rutin itu diikuti oleh 249 siswa di SMPN 1 Turi, tempat Khoirunnisa menimba ilmu.

Menurut keterangan salah seorang korban selamat, Salma Kusuma Haridayani arus sungai tiba-tiba menghantam saat ia dan rekan-rekannya menyusuri sungai.

“Ketika kami sampai di tengah-tengah sungai, jalan di sungai sudah sekitar setengah jam, tiba-tiba ada arus besar dari arah utara atau atas,” kata Salma.

Diduga aliran air tersebut disebabkan oleh hujan di hulu sungai. Sebab, kegiatan itu memang dilakukan ketika musim hujan.

Saat itu, Salma melihat teman-temannya yang lain terseret derasnya arus sungai.

Salma mengaku ia mengalami luka pada bagian kakinya.

Delapan orang tewas dalam peristiwa itu. Sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.

Polisi telah menetapkan satu orang pembina pramuka sekaligus guru SMPN 1 Turi berinisial IYA dalam kejadian tersebut.

Ia dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dan Pasa 360 KUHP mengenai kelalaian yang menyebabkan orang lain luka-luka. Ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.