Terkini.id, Jakarta – Polisi terus melakukan penyelidikan atas tragedi kematian sejumlah siswa SMP Negeri 1 Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam kegiatan Pramuka susur sungai.
Enam guru pembina Pramuka yang terlibat dalam kegiatan itu dan tiga warga setempat telah diperiksa.
Dari data tim Basarnas yang dimutakhirkan pada Sabtu malam, 22 Februari 2020, telah ditemukan delapan jenazah siswa yang mengikuti kegiatan itu. Semua korban tewas ternyata perempuan dan berusia antara 13-15 tahun. Dua siswi lainnya masih hilang.
Usai memeriksa 13 belas orang itu, polisi mulai mengetahui duduk perkaranya, meski belum dijelaskan secara terperinci. Satu fakta yang diungkap ialah bahwa ada satu guru pembina Pramuka itu yang tidak di lokasi saat kejadian. Polisi menetapkannya sebagai tersangka.
Kabar tentang musibah dengan para korban siswa-siswi SMP itu menjadi sorotan masyarakat sepanjang dua hari terakhir.
- Kebakaran di Jeneponto, Rumah Panggung, Motor Hingga Mobil Hangus Terbakar
- DPP NasDem Tetapkan Hayarna Hakim sebagai pengganti Rusdi Masse di DPR RI
- Terpilih Aklamasi, H. Irfan Darmawan NM Pimpin IBCA MMA Kota Makassar
- BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Inovasi Makassar Berjasa, 1.005 Agen PERISAI Resmi Bertugas
- Milad ke-63, Unismuh Makassar Mantapkan Langkah Menuju 1.000 Kampus Terbaik Dunia
Publik penasaran dengan peristiwa itu dan operasi pencariannya, termasuk proses hukum terhadap siapa saja yang dianggap bertanggung jawab.
Melansir dari viva, Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah siswa korban terhanyut arus deras sungai saat mengikuti kegiatan Pramuka di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 22 Februari 2020.
Tim SAR gabungan terus mengevakuasi para siswa SMP Negeri 1 Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang hanyut terbawa arus saat mengikuti kegiatan Pramuka susur Sungai Sempor, Jumat, 21 Februari 2020.
Berdasarkan pemutakhiran data Basarnas DI Yogyakarta, tercatat 8 korban ditemukan meninggal dunia. Korban terakhir yang dievakuasi bernama Nadine Fadilah. Jenazahnya ditemukan di DAM Lengkong, di kedalaman tiga meter, pada jam 10.15 WIB.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Turi, Tutik Nurdiana (berkerudung hitam), dalam konferensi pers bersama polisi di sekolahnya, Sabtu, 22 Februari 2020.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Turi, Tutik Nurdiana, mengaku tidak mengetahui ada aktivitas susur sungai dalam kegiatan Pramuka, yang kemudian menjadi tragedi dan delapan siswa tewas akibat terhanyut. Dia mengaku baru 1,5 bulan menjabat kepala sekolah di SMP Negeri 1 Turi.
Satu guru jadi tersangka
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daearah DI Yogyakarta Kombes Pol Yuliyanto dalam konferensi pers di kantornya, Sabtu, 22 Februari 2020.
Polisi sudah memeriksa 13 orang sebagai saksi atas tragedi kematian sejumlah siswa SMP Negeri 1 Turi itu. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah DI Yogyakarta Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, ke-13 orang yang diperiksa terdiri dari 7 orang pembina Pramuka, 3 orang warga, dan 3 orang dari Pramuka Kwartir Cabang Sleman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
