Truk Tangki Pertamina Terperosok Akibat Longsor, Terjadi Kemacetan di Onang Utara Majene

Terkini.id, Sulbar – Jalur masuk ke Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat saat ini kembali terputus akibat longsoran batu di Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo, Kabupaten Majene.

Kejadian itu berdasarkan salah satu laporan terbaru dari salah satu relawan yakni Andhika Mappasomba yang hendak melakukan perjalanan kembali ke kota Makassar.

Andhika Mappasomba kepada terkini.id, Selasa 19 Januari 2021 mengatakan pukul 03:17 WITA sedang berada di daerah Onang Utara. 

Ia menyampaikan jika di jalur tersebut terjadi longsoran batu sehingga terjadi akses untuk sementara mengalami kemacetan.

Mungkin Anda menyukai ini:

Ia juga melaporkan jika saat ini sudah dibuat jalanan alternatif tapi masih saja terjadi kemacetan karena ada mobil tangkai yang terperosok di sini.

Baca Juga: TDA Makassar Salurkan Donasi ke Warga Terdampak Gempa Sulbar

“Ada tangki mobil milik Pertamina di longsoran batu dan tidak bisa bergerak sehingga membuat pengendara yang berada dari arah Palu atau arah Mamuju ke Makassar tidak bisa bergerak sampai sekarang,”jelas pria asal Butta Panrita Lopi, Bulukumba itu.

Ia juga kembali menyampaikan jika saat ini petugas yang ada di lapangan terus mencoba mencari cara untuk membuka jalur tersebut agar mobil milik Pertamina itu bisa digerakkan.

Baca Juga: KOPAL Makassar Salurkan Bantuan Donasi ke Pengungsi Gempa Sulbar

“Dan teman-teman petugas yang ada di lapangan masih terus mencoba untuk membuka jalur agar mobil tangki milk Pertamina bisa digerakkan dan jalur bisa kembali terbuka,”terang Andika.

Kemudian, Sastrawan kondang ini pun memohon doa agar petugas bisa segera membuka jalur tersebut sehingga jalur trans Sulawesi bisa terbuka kembali.

“Teman-teman di seluruh Indonesia dan teman teman yang mencermati gempa di Sulbar, mohon doanya kiranya teman-teman yang sedang petugas bisa segera menyelesaikan dan mobil ini segera bergerak sehingga jalur trans Sulawesi yang sedang tertutup saat ini  bisa segera terbuka kembali,”harapnya.

Ia juga menyarankan kepada relawan atau pengguna jalur tersebut agar sebaiknya mencari tempat aman sementara untuk istrahat mengingat jalur ini masih tertutup.

Salah seorang petugas di lokasi yakni Aipda Sukri mengatakan kejadian itu terjadi sejak pukul 01.00 dinihari.

“Kejadiannya pukul 01.00 tadi pak,”singkatnya.

Bagikan