Terkini.id, Jakarta – Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah menulis sebuah puisi untuk Gibran Rakabuming. Dalam puisinya, Fahri menitip Kota Solo kepada putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.
Puisi tersebut disampaikan Fahri Hamzah saat dirinya bertemu dengan Gibran ketika berkunjung ke Surakarta.
Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini kemudian mengunggah foto-foto pertemuannya dengan Gibran di media sosial miliknya.
Lewat Instagram miliknya, Sabtu 27 Maret 2021, Fahri Hamzah membagikan puisi yang merupakan ungkapan harapannya terhadap Gibran selaku Wali Kota Solo.
“Solo, tempat kita menitipkan sebagian kenangan, Rintik hujan yang mencipta kerinduan antara kau dan aku. Surakarta, jiwa jawa, Dan mendung orang-orang mencari jalan untuk saling meringankan beban, untuk saling berkasih sayang. Aku titipkan kota ini kepadamu Gibran. Selamat Bekerja!,” demikian isi puisi Fahri Hamzah untuk Gibran Rakabuming.
- Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Fahri Hamzah: Welcome To The Club!
- Sindir DPR, Fahri Hamzah: Masa Saya Terus yang Kritik Jokowi?
- Beredar Video Fahri Hamzah Sebut Anies Baswedan Nggak Berani Ngomong Ekstrim
- Fahri Duga Anies Gagal Maju Capres, Helmi Felis: Please, Jangan jadi Dukun!
- Soal 'Bandar Belum Deal' Fahri Hamzah Dapat Serangan Balik
Mengutip Hops.id, Fahri Hamzah beberapa bulan lalu mengatakan bahwa dukungan Partai Gelora kapada anak dan menantu Jokowi bukan berarti melanggengkan ‘dinasti politik’ kekuasaan.
Sebab, kata Fahri, dalam terminologi negara demokrasi, dinasti politik tidak ada karena semua dipilih melalui prosesi politik, bukan warisan kekuasaan secara turun-temurun.
“Dalam negara demokrasi tidak akan terjadi dinasti politik, sebab kekuasaan demokratis tidak diwariskan melalui darah secara turun temurun. Tapi dia dipilih melalui prosesi politik, orang yang masuk prosesi politik itu, belum tentu menang dan belum tentu juga kalah,” ujar Fahri.
Menurutnya, dinasti politik saat ini hanya sebagai simbol saja seperti yang terjadi di Inggris dimana pemerintahan yang dibentuk berdasarkan hasil pemilu yang demokratis.
“Suara rakyat disahkan oleh raja. Dinasti Windsor yang berkuasa di Inggris di ‘kerangkeng’ hanya sebagai simbol saja,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
