Masuk

Ketua PSSI Sebut ‘Hadirin Berbahagia’ Dalam Konpers Tragedi Stadion Kanjuruhan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule kembali menjadi sorotan pada saat melakukan Konferensi Pers (Konpers) tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @FaktaSepakbola, Iwan Bule menyampaikan pidato pembukaan yang berbunyi ‘hadirin sekalian yang berbahagia’ padahal saat ini Indonesia sedang berduka karena tragedi Stadion Kanjuruhan Malang.

“Terima kasih Pak Menpora, Pak Kapolri yang saya hormati, Ibu Gubernur, hadirin sekalian yang berbahagia. Kami dari PSSI mengucapkan innalillahi wa innailaihi rojiun atas jatuhnya korban dalam kegiatan pertandingan tadi malam,” ujar Iwan Bule, dikutip dari suara.com jaringan terkini.id, Senin 3 Oktober 2022.

Tangkapan Layar Video Pidato Ketua PSSI Iwan Bule yang Diunggah Akun Twitter @FaktaSepakbola)
Baca Juga: Shin Tae-yong Minta Bali Jadi Markas Timnas Indonesia, Iwan Bule: Kami Masih Pertimbangkan

Dalam konferensi pers itu, turut hadir Menpora Zainudin Amali, Gubernur Jawa Timur Khofifah, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Tidak diketahui apakah Iwan Bule pada saat itu tidak sadar telah menyebut kalimat itu atau sebaliknya.

Dampak dari pernyataannya ini membuat netizen semakin marah atas sikap Iwan Bule yang seolah-olah tidak memiliki rasa empati terhadap ratusan korban yang tewas di tragedi Stadion Kanjuruhan Malang.

Baca Juga: Iwan Bule Curhat Mentalnya Tertekan Akibat Tragedi Kanjuruhan

Disisi lain, Ketua Umum PSSI Iwan Bule telah memberikan ucapan bela sungkawa atas terjadinya tragedi Stadion Kanjuruhan yang pada Sabtu 1 Oktober 2022.

Selain itu, Iwan Bule berencana untuk membentuk tim investigasi khusus guna menyelidiki penyebab kerusuhan yang terjadi dalam tragedi Stadion Kanjuruhan Malang.

“PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang,” tutur Iwan Bule.

PSSI juga memutuskan untuk menghukum Arema FC atas insiden berdarah ini.

Baca Juga: Mahasiswa UM Gelar Pendampingan dan Pelatihan Digital Marketing Pada UMKM Flamingo Boba97

“Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini,” imbuh Iwan Bule.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat ini jumlah korban tewas dalam tragedi Stadion Kanjuruhan Malang bertambah menjadi 174 orang.

“Data BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim pada jam 09.30 tadi masih 158, tapi pas jam 10.30 tadi jadi 174,” ucap Emil Dardak selaku Wakil Gubernur Jawa Timur dalam jumpa wartawan.

Lebih lanjut, Emil Dardak menguraikan ada 298 orang mengalami luka ringan serta 11 orang menderita luka berat.

Selanjutnya, ada 8 rumah sakit yang menjadi tempat rujukan para korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang.

Rumah sakit yang dimaksud yaitu RSU Wajak Husada, RSB Hasta husada, dan RSUD Mitra Delima, RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, Klinik Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, RSI Gondanglegi.