Ulas Definisi Evolusi, Denny Siregar Sebut Abu Janda Tidak Kena Pasal Rasis

Ulas Definisi Evolusi, Denny Siregar Sebut Abu Janda Tidak Kena Pasal Rasis

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Kolega Abu Janda, Denny Siregar ikut merespons kasus dugaan ujaran kebencian dan rasisme yang sedang menjerat pria bernama Permadi Arya tersebut.

Seperti diketahui, polisi sedang memproses Abu Janda lantaran cuitannya yang menanyakan Aktivis HAM Natalius Pigai apakah sudah selesai evolusi.

Denny Siregar membela Abu Janda dan menyebut, sulit untuk menjerat rekannya itu dengan pasal rasis.

Menurut Denny, perkataan “belum selesai evolusi” dari Permadi Arya tidak bisa dikatakan rasisme. Itu karena, evolusi adalah peristiwa yang masih terus dialami manusia.

“Kenyataannya manusia belum selesai berevolusi. Bukan hanya Pigai saja, Permadi juga belum. Sama sama belum selesai berevolusi,” tukasnya.

Baca Juga

Karena itu, menurut dia, tidak pantas jika laporan terhadap Abu Janda memakai pasal kebencian, karena kata kata “belum selesai evolusi” itu tidak bisa dimasukkan pasal kebencian ras.

Berikut selengkapnya tulisan Denny Siregar:

Apakah Abu Janda Akan Masuk Penjara?

Mungkin perbuatan tidak menyenangkan, karena yang gak senang Pigai. Tapi kok yang melaporkan Ketua KNPI ? Hubungan mereka berdua apa ya ? Apa saudara kandung ?

Mungkin karena kesal kepada Natalius Pigai, Permadi Arya yang sering dipanggil Abu Janda, langsung ngetwit, “Natalius Pigai, apa kapasitas kau ? Sudah selesai EVOLUSI belum kau ?”

Kata2 ini langsung disambar Pigai dengan semangat. Pigai memang pintar, dia membuka dirinya untuk dihina secara rasis. Ketika ada orang terjebak, maka Pigai melebarkan permasalahan itu ke arah suku dan ras. Padahal ejekan itu bersifat pribadi, tidak ada hubungannya ma suku dan ras. 

Apakah Pigai ingin mengulang kejadian makian “monyet” dan berhasil dijadikan senjata kerusuhan di Timika ? Hmm, mungkin saja.

Twit Permadi Arya memang kasar dan cenderung menghina pribadi Pigai. Itu harus diakui. Tapi apakah itu bisa dijadikan alat bukti hukum supaya dia dipenjara karena rasisme ?

Um, nanti dulu. Kita harus tau apa arti evolusi dulu. Evolusi adalah perubahan bertahap, dimana sesuatu berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lebih kompleks. 

Nah, pertanyaannya apakah kita sudah berhenti berevolusi ? 

Dr Virpi Lummaa, seorang peneliti dari University of Sheffield, yang saya kutip dari merdeka.com tahun 2018, menyatakan bahwa evolusi manusia tidak akan berhenti hanya karena monogami. Manusia terus berevolusi seperti mahluk liar lainnya. Para ilmuwan menyebut model evolusi lambat ini dgn microevolution, beda dgn evolusi dulu yg sangat cepat.

Jadi sebenarnya perkataan “belum selesai evolusi” dari Permadi Arya tidak bisa dikatakan rasisme, karena memang kenyataannya manusia belum selesai berevolusi. Bukan hanya Pigai saja, Permadi juga belum. Sama2 belum selesai berevolusi.

Karena itu, tidak pantas jika laporannya memakai pasal kebencian, karena kata2 “belum selesai evolusi” itu tidak bisa dimasukkan pasal kebencian ras. 

Mungkin perbuatan tidak menyenangkan, karena yang gak senang Pigai. Tapi kok yang melaporkan Ketua KNPI ? Hubungan mereka berdua apa ya ? Apa saudara kandung ?

Tapi karena merasa umpannya sudah masuk, pelapor Permadi terus berkoar2 Permadi sudah melakukan ujaran kebencian. 

Saya gak heran sih, pola mereka. Saya kenal banget karena sering dilaporin. Mereka gak penting laporan mereka punya bukti hukum kuat. Yang penting laporkan dulu, trus bicara lewat media. Giring opini publik.

Lha, nanti kalo laporannya gak diterima ? Tinggal ngomong aja, “Permadi dilindungi rezim” “Polisi tidak netral” “Ternyata Kapolri baru tidak punya taring penjarakan abu Janda”.

Gampang kan ? Gampang lah, wong tinggal ngomong gitu sama sewa buzzer supaya trending. Kebiasaan mereka begitu sih, sudah hapal 😄

Ah, jadi pengen ngopi malem2. Kantuk hilang, tinggal udud sebatang 🤭 Seruput..

Denny Siregar

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.