Lima Komisi Rumuskan Program Prioritas
Setelah sesi pengarahan, peserta dibagi ke dalam lima komisi, yakni Komisi Akademik, Komisi Administrasi Umum, Keuangan dan Ketenagaan, Komisi Kemahasiswaan dan Alumni, Komisi Tata Kelola Kampus Islami, serta Komisi Kerja Sama dan Promosi.
Masing-masing komisi menyusun program prioritas yang realistis, terukur, memiliki indikator keberhasilan, target waktu, penanggung jawab, kebutuhan anggaran, serta mekanisme evaluasi.
Hasil pembahasan kemudian dibawa ke sidang pleno sebagai dasar penetapan arah kebijakan strategis UMI menuju 2030.
Menutup arahannya, dirinya mengajak seluruh pimpinan menjadikan UMI ESS 2026 sebagai titik awal lahirnya budaya kerja baru yang kolaboratif, berbasis data, adaptif terhadap perubahan, dan berorientasi pada manfaat.
- 5 Dokumen Wajib agar Pinjaman Online Cepat Cair Tanpa Ditolak
- Lewat Little Explorers, KALLA Perkuat Kedekatan Keluarga dan Tumbuhkan Semangat Belajar Anak
- Dari Aklamasi Menuju Kolaborasi, Abd. Fajar Pimpin KNPI Jeneponto Periode 2026--2029
- Lewat Digitalisasi JKN, Tidak Ada Lagi yang Jatuh Miskin karena Berobat
- Pemkot Makassar-KPK Rakor Pastikan Proyek Strategis 2026 Berjalan dan Rampung
“Setiap program yang kita susun harus menjawab persoalan. Setiap rupiah yang kita anggarkan harus menghasilkan manfaat. Setiap keputusan yang kita ambil harus didasarkan pada data. Dan setiap pelayanan yang kita berikan harus memudahkan, bukan menyulitkan,” pungkasnya.
“Melalui UMI Executive Strategic Summit 2026, Universitas Muslim Indonesia menegaskan komitmennya membangun tata kelola yang semakin terukur, terpadu, dan berkelanjutan guna mewujudkan UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, serta Kampus Peduli dan Berbagi menuju UMI 2030,”tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
