UMKM Rasakan Peningkatan Omzet 194 Persen karena Layanan Digital

Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Sekda Kota Makassar M Ansar, dan Head of East Indonesia Grab Indonesia Halim Wijaya.

Terkini.id, Makassar – Grab, aplikasi order barang dan jasa di Indonesia, meluncurkan program #TerusUsaha di Sulawesi Selatan yang merupakan solusi untuk mempercepat proses digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Program ini sejalan dengan inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah. Program ini mencakup berbagai solusi digitalisasi termasuk pemberian iklan gratis bagi ribuan UMKM, aplikasi untuk digitalisasi bisnis dan individu yang kehilangan pekerjaan melalui aplikasi GrabMerchant dan GrabKios, juga sebuah portal khusus bagi UMKM agar bisa belajar dan mencari inspirasi. 

Di Sulawesi Selatan, Grab juga akan akan segera memulai kerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Kota Makassar untuk mendorong lebih banyak usahawan tradisional masuk dalam digitalisasi, juga mendukung pemulihan sektor pariwisata.

Data dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan mencatat ada hampir 2.000 UMKM yang mengalami dampak negatif akibat pandemi COVID-19. 

Padahal, sebelum terjadi pandemi, Riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara mengungkapkan bahwa pekerja lepas dan UMKM yang didukung teknologi Grab berkontribusi sebesar Rp4,2 triliun bagi perekonomian Sulawesi Selatan pada tahun 2018 dan di tahun 2019 UMKM melihat peningkatan pendapatan hingga 194% melalui digitalisasi. 

Menarik untuk Anda:

Sebanyak 18% responden juga mengaku bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang saat bisnisnya berkembang. Di sisi lain, dalam era tatanan kehidupan baru, 9 dari 10 masyarakat Sulawesi Selatan bertransaksi secara digital, sejalan dengan temuan BPS yang menunjukkan 26,31% masyarakat Sulawesi Selatan berbelanja dari rumah. 

Hal ini menandakan bahwa digitalisasi UMKM menjadi sangat penting dalam membantu UMKM lokal untuk bangkit guna menjaga ketahanan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja di era new normal ini.

Halim Wijaya, Head of East Indonesia Grab Indonesia, menjelaskan bahwa program #TerusUsaha merupakan komitmen Grab guna mempercepat digitalisasi UMKM Sulawesi Selatan. 

”Program #TerusUsaha ini sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood untuk membawa lebih banyak dampak positif dari teknologi. 

Solusi digitalisasi yang dihadirkan ini bukan hanya dapat membantu pelaku UMKM untuk bangkit, tapi juga mendorong munculnya UMKM baru di Sulawesi Selatan agar dapat memberikan kontribusi besar untuk perekonomian daerah. Kami juga bangga dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota untuk segera menghadirkan 16 solusi terintegrasi dalam waktu dekat. Untuk menyambut Hari UMKM yang jatuh pada 12 Agustus 2020, kami sangat berharap akan lebih banyak UMKM dan bisnis tradisional bertahan dan bertumbuh lewat berbagai solusi konkret yang Grab hadirkan ini,” jelasnya.

6 Solusi Digitalisasi Grab untuk Sulawesi Selatan di Era New Normal

1. Meningkatkan Visibilitas dan Permintaan

Digitalisasi 13.500 Pedagang Pasar Tradisional: Grab bermitra dengan PD Pasar Jaya untuk mendigitalisasi 16 pasar tradisional basah di Makassar melalui GrabAssistant. Pelanggan bisa memesan berbagai sembako serta bahan kebutuhan lainnya dan membeli barang belanjaan dari 13.500 penjual tradisional di Makassar menggunakan GrabAssistant.

Promosi Digital Pariwisata Lokal: Bekerja sama dengan pemerintah kota, wisatawan bisa melihat rekomendasi wisata termasuk rumah makan untuk mencicipi kuliner lokal, serta menemukan ulasan dan informasi yang berhubungan dengan atraksi wisata dan budaya di Sulawesi Selatan melalui aplikasi Grab. Panduan wisata juga akan diletakkan pada armada GrabCar, GrabCar Airport, dan mitra hotel untuk meningkatkan visibilitas para pelaku UMKM.

Iklan Gratis dan Portal Khusus: Membantu ribuan UMKM Sulawesi Selatan untuk meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi. Grab juga akan memberikan ruang beriklan di media sosial dan saluran digital Grab, serta influencer media sosial yang bekerja sama dengan Grab. Pelanggan akan diarahkan pada laman transaksi langsung saat meng-klik iklan ini. Selain itu, Grab juga membuat portal khusus www.grabforgood.id untuk UMKM yang memberikan ruang bagi jutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dari bisnis kecil yang sukses, dan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab.

2. Memberikan Pelatihan Keterampilan dan Pertumbuhan bagi Bisnis Kecil

Pelatihan dan Digitalisasi 1.000 UMKM Sulawesi Selatan: Bekerja sama dengan pemerintah provinsi, Grab akan memberikan pelatihan virtual dan mendigitalisasi 1.000 UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan. Pelatihan akan diberikan oleh para pakar seperti Komunitas Tangan di Atas dan The Food Doctor, dengan topik pelatihan yang fokus pada pemasaran digital, pengelolaan media sosial, perencanaan serta pengelolaan finansial dan produk fotografi.

Digitalisasi Pedagang Kantin agar siap sambut New Normal: Grab menyambut ratusan UMKM & pedagang makanan kantin di Kanrerong & Losari sebagai mitra merchant GrabFood. Mereka juga akan diberi pelatihan melalui GrabAcademy untuk meningkatkan pengetahuan digital dan juga digitalisasi proses pembayaran mereka melalui dompet digital OVO.

3. Menciptakan Kesempatan Pendapatan Baru Bagi Mereka yang Membutuhkan

Aplikasi untuk Digitalisasi Bisnis dan Individu yang Kehilangan Pekerjaan: Bagi para pelaku usaha, mereka bisa mendaftar, mengelola dan mengembangkan bisnis kuliner mereka melalui platform digital GrabMerchant secara gratis. 

Bagi individu yang mata pencahariannya terdampak akibat COVID-19, mereka dapat bergabung menjadi agen individu GrabKios untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan.

Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, mengapresiasi Program #TerusUsaha di Sulawesi Selatan. “Di tengah masa sulit akibat pandemi, dukungan kepada UMKM menjadi sebuah keharusan karena merekalah tulang punggung dari perekonomian. 

Apresiasi juga perlu diberikan kepada Grab yang ikut mendukung ketahanan ekonomi dengan program #TerusUsaha yang diluncurkan di Sulawesi Selatan. Apa yang Grab lakukan sejauh ini di Sulawesi Selatan sangat luar biasa, dengan berbagai inovasi yang terus muncul. Kami berharap, semoga dengan hadirnya solusi digitalisasi oleh Grab lebih banyak UMKM yang bisa terus meningkatkan transaksi mereka di tengah pandemi. Kerja sama dengan Grab kami percaya bisa membawa dampak positif untuk perekonomian lokal dan nasional dalam waktu dekat,” jelasnya.

Inklusi Keuangan UMKM Makassar Meningkat Signifikan

Tahun lalu, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics telah merilis sebuah studi di tahun 2019 yang menunjukkan kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab yang mencapai Rp4,2 triliun di Sulawesi Selatan. 

Hari ini, studi lain yang dilakukan di bulan Januari 2020 di Kota Makassar dirilis dan menemukan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 19%.

Membuka Akses Perbankan & Investasi Bagi Mitra Pengemudi Makassar. Lebih penting lagi, kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. 83% mitra pengemudi GrabBike dan 71% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp1 juta hingga Rp1,9 juta. 

Sebagai tambahan, 63% dari mitra pengemudi GrabBike dan 85% mitra pengemudi GrabCar mengatakan bahwa mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru.

Teknologi Membuka Kesempatan Usaha Mitra Merchant dan Agen di Makassar. Riset tersebut menjelaskan 17% mitra merchant GrabFood di kota Makassar terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 23% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya. Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. 18% mitra merchant GrabFood di Makassar menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Peningkatan Pendapatan & Pemasukan Mitra Pengemudi, Merchant dan Agen Makassar. Mitra merchant GrabFood Makassar yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 26% menjadi Rp50,6 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Makassar meningkat 25% menjadi Rp8 juta per bulan sejak bergabung. 

Sebanyak 43% mitra merchant GrabFood Makassar juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya. Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Kota Makassar dengan peningkatan pendapatan hingga 144% menjadi Rp8 juta per bulan dan 194% menjadi Rp5,7 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab. 

Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 4% mitra pengemudi GrabBike dan 14% mitra pengemudi GrabCar di Kota Makassar baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab. 

Dr. Yose Rizal Damuri, Kepala Departemen Ekonomi, CSIS, mengungkapkan bahwa sektor gig economy mempunyai peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi. 

“Dari hasil riset, terlihat adanya manfaat di berbagai aspek yang langsung dirasakan oleh sektor gig economy. Kami pun percaya bahwa platform seperti Grab mampu mendukung menuju pemulihan ekonomi yang sempat diterpa oleh pandemi. Tahun lalu kita sudah lihat bagaimana gig economy yang didukung oleh teknologi Grab memberikan dampak bagi ketahanan ekonomi Sulawesi Selatan. Saat masyarakat sudah lebih banyak memanfaatkan teknologi dan bertransformasi digital, tentu akan membangun siklus dan ekosistem yang sangat baik,” jelasnya.

Prof. Rudy Djamaluddin, Wali Kota Makassar, yang diwakili oleh Ir. M. Ansar, M. Si, Sekretaris Daerah Kota Makassar mengapresiasi diluncurkannya Program #TerusUsaha di Makassar. 

“Pandemi COVID-19 yang terjadi dalam beberapa bulan ini sudah memberi dampak untuk pelaku usaha, khususnya mikro dan kecil. Pemerintah Makassar sudah mengusulkan bantuan dana langsung untuk menjaga usaha mereka tetap berjalan. 

Selain bantuan dan stimulus lainnya, perlu ada langkah nyata lain yang dapat mampu memberikan jaminan usaha para pelaku UMKM. Pemerintah Kota Makassar sedang menyiapkan program penjualan digital untuk pedagang supaya mereka tidak berkumpul di pasar. 

Dalam lingkup internal, pemerintah juga mengusulkan layanan e-order agar setiap karyawan bisa memesan makanan favorit mereka setiap hari dengan bantuan dari Grab juga. 

Hal ini tentunya akan membantu para UMKM di bidang kuliner tetap mendapatkan pesanan setiap harinya. Karena itu, saya sangat mengapresiasi teknologi digitalisasi yang dihadirkan oleh Grab di Makassar. Para pelaku UMKM pun akan lebih dekat dengan konsumen yang akhirnya akan dapat meningkatkan penjualan mereka untuk terus bertahan.”

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Karena Corona, Garuda Putus Kontrak 700 Karyawan Usai Berbulan-bulan Dirumahkan

Ini Langkah Aman Memodifikasi Jok Sepeda Motor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar