Terkini.id, Jakarta – Pendakwah kondang, Ustadz Abdul Somad yang akrab disapa UAS menanggapi soal Indonesia yang belakangan ini banyak ditimpa musibah dan bencana.
Lewat tayangan videonya yang tayang di kanal Youtube Aswaja TV, Rabu 27 Januari 2021, UAS lebih dulu menyinggung jika bencana sebenarnya adalah momentum bagi manusia untuk instropeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Sebab, kata Ustadz Abdul Somad, ada beberapa bencana yang datangnya dari manusia itu sendiri.
Lebih jauh, UAS mengurai adanya sebab akibat pada tiap bencana. Sebut saja kasus banjir di sejumlah wilayah. Menurutnya, hal itu bisa jadi akibat perbuatan manusia yang gemar menggunduli hutan, atau membuang sampah sembarangan.
“Akibat dari dosa-dosa kita bisa juga azab itu datang. Maka takutlah kamu kepada azab. Sebab azab tidak hanya menimpa yang zalim-zalim saja, bukan rumah yang menebang hutan, bukan pimpinan proyek ilegal logging, tapi juga rumah ustaz, imam, tahfidz quran, dan orang-orang yang beriman,” ujar UAS.
- Semifinal AAS Cup II 2026 Digelar Hari Ini, Alumni Unhas Berebut Tiket Final
- Haji Mabrur Tak Hanya Ritual, Tetapi Juga Kepedulian Sosial
- Semarak Pasar Murah di Lokasi TMMD, Warga Arungkeke Palantikang Bersyukur Kebutuhan Pangan Terjangkau
- Momen Mengharukan, 16 Tahun Menanti, Syifa Akhirnya Dipeluk Sang Ibu
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
Adapun bencana tersebut, kata Ustadz Somad, ada yang disebut dengan takdir dan ada pula yang disebut dengan sebab akibat.
Menurutnya, untuk kasus sebab akibat terjadi karena kesadaran penuh manusia sebelum melakukannya.
“Misal ketika orang memotong urat nadi, maka selanjutnya akan mati,” tutur UAS.
Ia juga mencontohkan ada orang yang secara sadar tiba-tiba menabrakan diri ke lalu lintas padat sampai meninggal.
“Bencana, banjir, itu sebab akibat bukan? Itu sebab dari perbuatan kita, lalu muncul suatu masalah. Maka lahirnya banjir bandang. Karena dengan penuh kesadaran ada penambangan liar, memberikan izin, dan penebangan hutan di mana-mana,” ungkapnya.
Sementara takdir, menurut UAS, adalah kejadian di mana ketika banyak masyarakat yang sudah hidup lurus, namun tetap terjadi bencana.
Oleh karenanya, lanjut UAS, ulama, orang alim, dan sebagainya juga bisa turut menjadi korban bencana karena diam saja dengan lingkungan buruk di sekitarnya.
Ustad Abdul Somad mengatakan, jika mereka diam dengan keburukan maka bencana juga akan turut serta menimpa mereka.
“Mengapa terjadi musibah, karena umat meninggalkan amar maruf nahi munkar. Itu ada hutan gundul, ulama bilang sudahlah tak apa, hutan kan masih jauh dari rumah kita. Itu ada yang gali ambil nikel, sudah enggak apa-apa yang penting mereka mau nyumbang,” kata UAS.
“Yang penting mau menolong kita, dia kan juga mau nyumbang masjid. Tidak ada amar maruf nahi munkar di situ,” sambungnya.
Mengutip Hops.id, UAS dalam tayangan video ceramahmya itu juga turut menyinggung adanya kasus korupsi terkait bantuan sosial yang belakangan ini menjadi sorotan publik.
UAS menilai, pelaku korupsi bantuan sosial itu ibarat binatang lantaran telah memotong hak orang-orang miskin yang sangat membutuhkan bantuan tersebut.
“Mereka sama seperti binatang, bahkan lebih hina dari binatang,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
