Ungkap Hal Mengejutkan, Kemenkes: Transmisi Lokal Omicron Kemungkinan Sudah Ada di Daerah Lain!

Terkini.id, Jakarta – Ungkap hal mengejutkan, Kemenkes: transmisi lokal Omicron kemungkinan sudah ada di daerah lain! Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sudah mengumumkan adanya satu kasus Covid-19 varian Omicron lantaran transmisi lokal.

Pasien itu sendiri dilaporkan memiliki riwayat bepergian dari Medan ke Jakarta, dan sama sekali tak pernah ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan kasus transmisi lokal ini sudah ada di daerah lain. Pasalnya, pasien pria tersebut pernah berada di Medan.

Baca Juga: Pamer Strategi Gotong Royong Tangani Covid 19, Jokowi: Tidak Ada...

“Walaupun ada satu kasus transmisi lokal tidak menutup kemungkinan sudah ada juga di tempat lainnya. Karena kita tahu satu kasus ini sebenarnya bepergian dari Medan ke Jakarta,” beber Nadia dalam konferensi pers virtualnya di Jakarta, Selasa 28 Desember 2021.

Menurutnya, ada dua kemungkinan apakah tertular di Medan atau di Jakarta.

Baca Juga: Sebut Penangan Pandemi Varian Omicron Telah Terkendali, Luhut : Negara...

“Ini kita lakukan contact tracing,” imbuh Nadia.

Mengingat risiko penyebaran varian Omicron ini masih tinggi, ia mengimbau masyarakat menahan diri bepergian ke luar rumah saat libur Natal dan tahun baru (Nataru). Selain membatasi mobilitas, ia juga meminta masyarakat menghindari kerumunan.

“Akhir tahun biasanya tempat wisata padat pengunjung, dan prokes kendur ini sangat berpotensi gelombang ketiga baik karena Delta dan Omicron,” kata Nadia.

Baca Juga: Sebut Penangan Pandemi Varian Omicron Telah Terkendali, Luhut : Negara...

Ia menegaskan, varian Omicron ini memiliki penularan yang lebih cepat sehingga dapat menyebabkan lonjakan kasus yang sangat banyak dalam waktu singkat.

“Walaupun kita ketahui tingkat keparahan dan kematian dari Omicron ini rendah. Yang perlu kita waspadai kita tidak mau muncul gelombang tiga pasca Nataru makanya pengetatan dilakukan,” ungkap Nadia.

“Kita tahu kemampuan mendouble kasus dua-tiga kasus untuk Omicron ini. Sementara, Delta butuh 10 sampai 14 hari,” jelasnya.

Sebelumnya, Kemenkes sendiri mengumumkan kasus pertama varian Omicron dengan transmisi lokal. Kasus ini merupakan seorang pria warga Medan yang sebulan sekali mengunjungi Jakarta. Pria tersebut juga tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir.

Dilaporkan, per Selasa 28 Desember 2021 pagi total sudah ada 47 kasus Covid-19 varian Omicron di Tanah Air, dengan satu di antaranya merupakan kasus transmisi lokal.

Bagikan