Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean kembali menyerang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait kinerjanya. Tidak tanggung-tanggung, Ferdinand menilai Anies nggak becus urus Jakarta.
Selain menyinggung masalah banjir, polusi, Ferdinand paling keras soal uang yang dihamburkan untuk penyelenggarakan Formula E di Ibu Kota.
Menurut Ferdinand, musim 2020 ajang balap mobil listrik itu batal terlaksana, sementara setoran ikat janji atau commitment fee sudah telanjur disetorkan.
Lewat Twitter pribadinya, Ferdinand Hutahaean menilai ada penyelewengan dana yang disebut-sebut mencapai Rp560 miliaran tersebut. Ia pun bertanya-tanya, sebenarnya ini kompetisi balap mobil atau balapan korupsi?
“Jadi sebetulnya balapan Formula E ini balapan mobil listrik atau balapan korupsi?” cuitnya, dikutip Selasa 26 Januari 2021 via 100kpj.
- Rayakan HUT ke-80, BNI Tebar Promo hingga Rp8 Juta untuk Nasabah
- Pedagang Es Kelapa Muda Rotterdam Pindah ke Depan Pasar Kampung Baru, Lebih Nyaman
- Polres Jeneponto Dalami Dugaan Korupsi Proyek Peningkatan Jalan Rukuruku Tanetea Bangkala Jeneponto
- Wakil Bupati Gowa Buka Temu Pendidik Nusantara XIII, Dorong Inovasi dan Kolaborasi Pendidikan
- Infinity Journey Tournament Padivalley Diikuti 200 Golfer, Hadiah Hole-in-One Mobil hingga Rumah
Lebih jauh, Ferdinand menuding, sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Bahkan, menurutnya, kegagalan Anies mengurus Formula E merupakan bukti ketidakmampuan dia mengemban amanah sebagai pimpinan Ibu Kota.
“Ngurus Jakarta enggak becus, masalah kota tak satupun yang diurus dan selesai,” urainya.
“Ditambah lagi Formula E yang gelap gulita ini membuang uang rakyat, memperkaya pihak lain. Korup!” sambung dia.
Anies Baswedan dan Formula E
Untuk diketahui, sebelumnya DKI Jakarta dijadwalkan menggelar Formula E pada pertengahan tahun lalu. Namun, kehadiran pandemi COVID-19 membuat segalanya batal.
Pemprov DKI sendiri telah menyetor commitment fee penyelenggaraan Formula E tahun 2020 dan 2021 sebesar Rp560 miliar. Rinciannya, Rp360 miliar dibayarkan pada Desember 2019 untuk commitment fee Formula E tahun 2020, dan Rp200 miliar untuk Formula E tahun 2021.
Berkenaan dengan itu, PT Jakarta Propertindo atau Jakpro sebagai penyelenggara memastikan, commitment fee yang telah disetorkan ke Formula E Operations (FEO) sebagai promotor dan pemegang lisensi ABB FIA Formula E tidak akan hangus. Sehingga, publik diminta tak perlu khawatir.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
