Soroti Kejanggalan Pembayaran Formula E, Arief Poyuono: Ini Bukti Pas untuk KPK Mulai Periksa Gubernur Jakarta

Soroti Kejanggalan Pembayaran Formula E, Arief Poyuono: Ini Bukti Pas untuk KPK Mulai Periksa Gubernur Jakarta

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyoroti kejanggalan pembayaran Formula E, di mana Jakarta membayar lebih banyak daripada kota-kota di negara lain.

Ia menilai bahwa hal ini sudah dapat dijadikan bukti bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memulai pemeriksaan kepada Gunernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Formula E di Jakarta Membayar lebih Mahal dibanding negara lain ke pemilik lisensi Formula,” kata Arief Poyuono melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 3 November 2021.

“Wah ini pasti diduga ada mark up besar besaran. Nih.. ini bukti pas untuk KPK memulai memeriksa Gub Jakarta nih,” tambahnya.

Sebagaimana diktahui, KPK memang sudah mulai menyelidiki dugaan korupsi dana Formula E. Namun, Anies Baswedan sendiri belum diperiksa.

Baca Juga

Dilansir dari Kompas, dugaan ini muncul usai menyeruak beberapa kejanggalan terkait pendanaan Formula E yang awalnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Kejanggalan pertama, yakni anggaran Formula E Jakarta mendadak turun drastis setelah pendanaaan diambil alih oleh swasta.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Anggara Wicitra mengungkapkan pada September lalu bahwa biaya penyelenggaraan Formula E tiba-tiba turun menjadi Rp336,67 miliar per tahun setelah pendanaan dialihkan ke pihak swasta.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI menganggarkan Rp1,13 triliun dari APBD 2020 untuk pembiayaan Formula E.

“Saat pembahasan APBD 2020, Pemprov DKI meminta anggaran Formula E Rp1,13 triliun. Lalu setelah ditegur BPK, sekarang biayanya direvisi menjadi Rp336,67 miliar. Itu berarti, ada percobaan mark up anggaran sebesar Rp790,73 miliar,” ungkap Anggara, Rabu, 29 September 2021.

Kejanggalan kedua, yakni seperti yang disoroti oleh Arief Poyuono. Beberapa kota di negara lain tidak perlu mengeluarkan biaya hingga triliunan untuk menggelar Formula E.

Anggara mencontohkan bahwa Kota New York di Amerika Serikat dan Roma di Italia dibebaskan dari biaya commitment fee.

“Ini patut dipertanyakan, mengapa biaya commitment fee Formula E Jakarta sangat tinggi, dan ini jelas membebani APBD Jakarta,” katanya.

Anggara memberikan contoh lain bahwa Kota Montreal di Kanada memang mengeluarkan sejumlah uang untuk menggelar Formula E,  namun angkanya sangat sedikit bila dibandingkan dengan jumlah yang harus dibayar Jakarta.

Ia merinci, Montreal hanya membayar nomination fees for the City of Montreal sebesar C$151,000 atau setara Rp1,7 miliar dan race fees sebesar C$1,5 juta atau setara Rp17 miliar.

Adanya perbedaan harga ini membuat DPRD, khususnya PSI, mempertanyakan bukti bayar commitment fee formula E agar dapat dilihat besaran biaya sesungguhnya yang harus dikeluarkan DKI Jakarta.

Namun, Pemprov DKI tak kunjung menyerahkan bukti bayar tersebut ke DPRD selaku pengawas.

“Ada hal-hal yang sampai sekarang belum jelas dan terkesan ditutup-tutupi, misalnya kita tidak tahu apakah commitment fee dibayarkan ke pihak yang benar, yaitu FEO (Formula E Operations) di UK, atau jangan-jangan dibayar ke pihak lain. Sampai saat ini kami di DPRD belum pernah mendapatkan bukti transfer pembayaran commitment fee,” jelas Anggara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria pun sempat buka suara mengenai Jakarta yang membayar lebih dibanding kota di negara lain.

“Commitment fee (wilayah) Asia dengan Eropa memang berbeda,” ujar Riza pada Senin, 20 September 2021.

Perbedaan biaya itu sudah ditentukan pihak penyelenggara Formula E, dalam hal ini Formula E Operation (FEO).

Riza pun meminta wartawan untuk menanyakan detail persoalan ini ke PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penanggung jawab pelaksanaan Formula E di Jakarta.

“Silakan tanya ke Jakpro dan pihak Formula E, perbedaannya itu ketentuannya dari mereka (FEO),” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.