Terkini.id, Jakarta – Ekonom senior, Rizal Ramli menanggapi Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang mengaku tak ingin menghalangi keinginan orang yang maju sebagai Calon Presiden (Capres).
Rizal Ramli yang merupakan mantan menteri di kabinet Jokowi menilai bahwa perkataan Presiden tersebut hanyalah omong kosong.
Pasalnya, ia menilai bahwa Presiden Jokowi pura-pura tidak tahu adanya ambang batas presiden atau Presidential Threshold.
Menurutnya, jika Presiden Jokowi memang benar sungguh-sungguh dengan ucapannya, maka ia dapat memberi sinyal atau bahkan mengeluarkan Perpu terkait ambang batas presiden ini.
“Ndak membatasi siapa aja mau maju. Pura-pura ndak tahu ada pembatasan threshold,” kata Rizal Ramli melalui akun resminya pada Kamis, 20 Januari 2022.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
“Wong tinggal kasih signal atau Perpu, baru itu omongan punya arti. Ini mah ‘nggedabrus’ atau omong kosong doing,” sanbungnya.
DIlansir dari berita Kompas yang dikomentari Rizal Ramli, Presiden Jokowi mengaku tidak akan menghalangi siapa pun untuk maju dan mencalonkan diri pada Pilpres 2024.
Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat pertemuan dengan Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) sejumlah media di Jakarta pada Rabu, 19 Januari 2022.
“Saya tidak ingin menghalangi keinginan orang yang ingin maju (nyapres),” tuturnya.
Jokowi mengaku alasannya tidak ingin menghalangi siapa pun adalah agar masyarakat mempunyai banyak pilihan dalam perhelatan politik tersebut.
“Agar masyarakat punya banyak pilihan. Mau pilih menteri, ada. Mau pilih kepala daerah, ada,” ujar Jokowi.
“Mau pilih ketua partai, ada. DPR, ada,” sambungnya.
Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan siapa pun tokoh yang ingin meningkatkan elektabilitas untuk tidak menggunakan fasilitas negara.
Menurutnya, semua tokoh yang memiliki kemungkinan meningkatkan elektabilitas untuk mencalonkan diri pada Pilpres 2024 akan diberi peluang.
“Semua yang memiliki kemungkinan, ya kita beri peluang,” kata Jokowi.
“Yang penting jangan mengganggu pekerjaan dan menggunakan fasilitas negara,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
