Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo disebutkan bakal menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-75 dilaksanakan pada 22-29 September sekaligus menyampaikan pidato.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia akan menyampaikan sikapnya terkait pandemi wabah virus corona atau Covid-19.
Demikian disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Retno mengungkapkan, pada siang umum PBB nanti, terdapat lima pertemuan tingkat tinggi.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut Retno akan menyampaikan pidatonya dalam pertemuan tingkat tinggi pada sesi Geberal Debate SMU PBB.
Dengan demikian, maka untuk pertama kalinya Presiden Jokowi berpidato di sidang umum PBB.
- Tim Wasev TNI AD Tinjau Langsung Dedikasi Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425 Jeneponto
- Polres Jeneponto Akan DitindaK Lanjuti Kasus MBG Rumbia, Hasil Lab Jadi Bukti Kuat
- OJK Sulselbar Pacu Akselerasi Akses Keuangan Sektor Kakao di Sulawesi
- Makassar Tuan Rumah Rakernas II ASITA 2026, Wawali Aliyah Mustika Ajak Perkuat Kolaborasi Pariwisata
- Gubernur Sulsel Dorong Kabupaten/Kota Terapkan Sistem Manajemen Talenta Full bagi ASN
“General Debate SMU PBB akan dilaksanakan pada 22-29 September 2020. Insya Allah Presiden RI akan berpartisipasi pada sesi ini dan akan menyampaikan statement secara virtual,” kata Retno pada Kamis 17 September 2020 dikutip dari kompastv.
Retno menambahkan, pertemuan tingkat tinggi tersebut akan berlangsung pada 23 September 2020 sekitar pukul 07.30 WIB. Namun demikian, dia menegaskan waktu tersebut baru perkiraan.
Retno menjelaskan, Presiden Jokowi pada akan menyampaikan sikap terkait penanganan pandemi Corona. Salah satunya mendorong kerja sama global dalam penanganan pandemi pada sektor kesehatan dan ekonomi.
“Partisipasi Indonesia kali ini akan digunakan untuk menyampaikan pesan akan pentingnya kerja sama internasional dan solidaritas global bagi penanganan pandemi, baik di sektor kesehatan maupun dampak ekonomi,” ujarnya.
“Serta mendorong peningkatan kinerja dan peran PBB. Kemudian menyerukan pentingnya seluruh negara terus memperkuat PBB dan multilateralisme.”
Retno mengatakan, SMU PBB ini akan berlangsung pada 15 September hingga 2 Oktober 2020.
Selain Presiden Jokowi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Retno sendiri juga akan menyampaikan pidatonya secara virtual.
“Pertemuan tingkat tinggi SMU PBB kali ini akan dilaksanakan secara hybrid, yakni secara bentuk fisik dan virtual,” kata Retno.
Sedangkan pertemuan fisik di markas besar PBB hanya dapat diikuti oleh perwakilan masing-masing negara yang berkedudukan di New York.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
