Makassar Terkini
Masuk

Salut Dengan Jokowi, Politikus PDIP: Tambah Tiga Tahun Pun Saya Setuju

Terkini.id, Jakarta – Effendi Simbolon selaku politikus partai PDIP menyatakan kekagumannya kepada Jokowi. Ia berpendapat Jokowi pantas untuk melanjutkan jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Effendi Simbolon merasa kagum kepada Jokowi dan mengatakan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah sosok yang tidak segan untuk membubarkan sesuatu jika hal tersebut memiliki dampak negatif bagi negara ini.

“Ini sebenarnya masih melihat nilai positifnya Pak Jokowi, beliau berani membubarkan ini, membubarkan ini, itu salut saya kepada beliau,” kata Effendi Simbolon, dikutip dari cnnindonesia.com, Selasa 9 Agustus 2022.

Oleh karena itu, Effendi Simbolon tidak mempermasalahkan jika Jokowi menjadi kepala negara selama tiga periode.

“Oleh karenanya, mari dorong beliau untuk tegak, bahkan kalau saya pribadi tambah tiga tahun pun saya masih setuju, demi ya,” tutur Effendi Simbolon.

Lebih lanjut lagi, Effendi Simbolon mengaku bahwa Indonesia merupakan bangsa yang rapuh sehingga butuh sosok tangguh seperti Jokowi.

“Kita rapuh, di dalam itu kalau tidak punya pemimpin yang kuat, beliau saya lihat ada itu. Ketegaran beliau menantang arus, itu yang membuat saya itu hormat dan respect kepada sosok yang namanya Pak Jokowi,” ungkap Effendi Simbolon.

Ia juga menilai penambahan jabatan seorang presiden tidak menjadi masalah jika telah disetujui oleh DPR untuk mengubah konstitusi UUD 1945.

Bahkan anggota Komisi I DPR ini membandingkan Soekarno dengan Jokowi. Diketahui bahwa Soekarno pernah menjabat sebagai presiden lebih dari dua periode.

“Sepanjang kita sembilan fraksi masuk ke rumah bersama DPD di suatu ruangan di sidang umum kita ubah, asalkan jujur ya, jangan karena oh ini karena pandemi, karena ini, tidak,” ucap Effendi Simbolon.

Sebagai informasi, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengusulkan agar Jokowi menjadi Presiden RI selama tiga periode.

Melihat hal tersebut, Jokowi langsung meminta para menteri untuk tidak berbicara terkait perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu.

Jokowi menegaskan sudah seharusnya para menteri fokus bekerja karena kondisi masyarakat saat ini yang sedang dalam kesusahan akibat naiknya harga BBM.