Masuk

Usai Indra Kenz dan Doni Salmanan, Kini Hendry Susanto Tengah Dilaporkan dengan Kasus yang Sama, Warganet: Waspada!

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Jakarta – Usai kasus penipuan yang menyeret nama Indra Kenz dan Doni Salmanan. Kini publik dibuat ramai kembali dengan platform serupa yakni robot trading Fahrenheit.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri masih melakukan penyelidikan dugaan penipuan tersebut.

Dalam perkara ini, korban melaporkan sang pemilik, Hendry Susanto.

Baca Juga: Terbukti Lakukan Penyesatan Konsumen, Hakim Vonis Indra Kenz 10 Tahun Penjara

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Gatot Repli Handoko, mengatakan laporan kasus ini telah diterima sejak 14 Februari 2022.

“Laporan sudah diterima pada 14 Februari 2022, terlapor Hendry Susanto, kini masih lidik,” ujar Gatot dilansir dari laman IDN Times pada Minggu, 13 Maret 2022.

Gatot menjelaskan, saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan korban guna mengumpulkan barang bukti.

Baca Juga: Korban Binomo Nangis Menjerit Kecewa Aset Indra Kenz Dirampas Negara

Kerugian akibat menipuan ini dikabarkan mencapai Rp5 triliun, polisi juga masih menyelidiki.

“Kita masih selidiki, terkait kerugian kita belum bisa memastikan,” ujarnya.

Hingga saat ini tercatat sekitar 150 orang yang hendak melaporkan Direktur Utama Fahrenheit, Hendry Susanto, ke Bareskrim Polri.

Seluruh korban yan hendak melapor tersebut mengalami kerugian sekitar Rp143 miliar.

Baca Juga: Trader Binomo Menangis Aset Indra Kenz Dirampas Negara: Hakim Tak Punya Hati

Sebelumnya, 150 korban Robot Trading Fahrenheit itu telah mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk meminta perlindungan hukum dari LPSK pada Jumat, 18 Maret 2022.

Mereka diterima oleh pejabat Biro Penelaahan Permohonan LPSK yang menyarankan untuk segera membuat Laporan Polisi (LP).

“Kami diterima dengan baik. Intinya, kami minta perlindungan hukum kepada LPSK dan mereka menyatakan siap mengawal kasus ini. Kami berharap LPSK dapat membantu memfasilitasi perhitungan restitusi (ganti rugi) untuk para korban investasi ilegal,” kata Oktavianus.

Sebagian korban Fahrenheit ini adalah pesiunan berusia lanjut yang tidak mengerti bagaimana prosedur menuntut mengembalian uangnya dari Fahrenheit.

Warganet turut menanggapi maraknya kasus penipuan ini dengan beragam ujaran dan komentar di sosial media.

“Penipuan berkedok Trading” tulis akun @RadioElshinta.
 
“Investasi trading itu cara kerjanya mirip dengan judi online dan tebak skor bola,dan ini rentan penipuan, jadi kami minta masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati” tulis akun lain @AlbertSolo2.