Terkini.id — Muharram Madjid alias Mus (48), tim sukses Appi-Rahman korban penikaman akhirnya kembali menginjakkan kakinya di Makassar.
Sambutan sederhana namun penuh makna dari relawan Appi-Rahman khusus untuk Mus saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, menyiratkan pesan kuatnya persahabatan dan persaudaraan yang terjalin di kubu paslon berjargon Makassar Bangkit tersebut.
“Penyambutan kedatangan Mus di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar setelah menjalani perawatan akibat insiden penusukan, merupakan wujud militansi relawan yang justru semakin terbangun pasca peristiwa berdarah tersebut,” ungkap Juru Bicara (Jubir) Appi-Rahman, Fadli Noor, Jumat 4 Desember 2020.
Fadli juga menegaskan, sangat nampak bahwa pasca penikaman berdarah di lokasi debat perdana pada 7 November lalu, bukannya menyurutkan semangat relawan ataupun terprovokasi dengan insiden tersebut tapi malah mengobarkan semangat juang untuk memenangkan Pilwali ini.
“Jadi penyambutan Mus hari ini semakin memperkuat soliditas teman-teman relawan guna memastikan semakin bertambahnya pundi-pundi suara dimasa injury time ini,” tegasnya.
- Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Volleyball Cup 2026 dengan Mengalahkan Korea Selatan
- Pesantren Madani Parmusi Dibangun di Tombolo Pao, Kemenag Gowa Pastikan Pendampingan Legalitas
- 32 Negara Resmi Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026, Berikut Jadwalnya
- Lukman B Kady Serap Aspirasi Warga Bontoala Saat Pengawasan APBD 2026
- Selain Dinas Perkimtan Gowa, Polisi Juga Usut Dugaan Korupsi Rehabilitasi Masjid Agung Syekh Yusuf
Tentu kehadiran Mus di Makassar dalam masa tenang ini akan menjadi ‘vitamin’ yang akan menguatkan pergerakan seluruh teman-teman relawan dan tim pemenangan.
Mus kembali ke tanah kelahirannya pasca menjalani operasi bedah dan pemulihan baik kesehatan maupun psikis. Walaupun memang belum sepenuhnya pulih, namun Mus tetap bersemangat menyambut kemenangan Appi-Rahman.
Mus mengaku kejadian di Jakarta itu adalah yang ternahas dalam hidupnya. Bukan hanya dirinya, tapi juga anak dan istrinya pun terguncang hebat.
Jelas saja, Mus menjadi korban dalam panasnya suhu politik jelang Pilwali Makassar, 9 Desember mendatang. Luka tikaman pada bagian pinggul kirinya terbilang parah. Bukan hanya menjalani operasi bedah, di rumah sakit ia juga menjalani fisioterapi dan kejiwaan.
“Harapan saya di masa tenang hingga pemcoblosan nanti berlangsung aman tak lagi ada insiden seperti yang saya alami. Saya juga tidak dendam dengan pelaku yang menikam saya. Hanya berharap kepolisian menegakkan keadilan, memproses pelaku sesuai aturan perundang-undangan. Kita balas di TPS coblos Appi-Rahman” pungkas Mus lugas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
