Terkini, Makassar – Di penghujung masa jabatannya sebagai Wali Kota Makassar banyak yang bertanya-tanya, ke mana langkah politikus yang dikenal penuh ide itu akan diarahkan.
Apakah ia akan tetap berada di panggung pemerintahan, ataukah memilih jalur lain?
“Kita kembali ke laptop,” ujar Danny sembari tersenyum, Jumat, 27 Desember 2024.
“Cari uang dulu. Karena sekarang kita masih makan gaji, dulu kan cari uang,” lanjutnya.
Ungkapan ini seperti mengisyaratkan babak baru dalam hidupnya—bukan lagi sebagai pejabat publik yang terikat aturan birokrasi, tetapi sebagai pribadi yang ingin lebih bebas mewujudkan ide-idenya.
- Temuan Awal Dana Pungli Rp1,86 Miliar di Kasus Korupsi Dinas Perumahan Gowa, Polisi Telusuri "Aktor" Lainnya
- Kebakaran di Jeneponto, Rumah Panggung, Motor Hingga Mobil Hangus Terbakar
- DPP NasDem Tetapkan Hayarna Hakim sebagai pengganti Rusdi Masse di DPR RI
- Terpilih Aklamasi, H. Irfan Darmawan NM Pimpin IBCA MMA Kota Makassar
- BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Inovasi Makassar Berjasa, 1.005 Agen PERISAI Resmi Bertugas
“Di Makassar, tidak ada kasih kerjaan saya,” ungkapnya.
Sebagai seorang yang selama ini dikenal inovatif, ia merasa kebebasan ini memberinya ruang untuk mengembangkan gagasan tanpa batasan birokrasi.
“Ini sudah ero-eroku (terserah saya) bikin ide. Tentu dengan cari uang,” tambahnya.
Sebagai konsultan, Danny tak menutup kemungkinan untuk berkontribusi pada pemerintahan baru, baik di Makassar maupun di tempat lain.
“Tentu siap, siapa pun yang membutuhkan. Beberapa pemerintahan di Indonesia sudah kontak untuk dibantu,” ujarnya dengan nada optimis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
