Ustadz Maaher Meninggal, Tengku Zulkarnain dan Denny Siregar Lontarkan Komentar Kontroversial

Ustadz Maaher Meninggal, Tengku Zulkarnain dan Denny Siregar Lontarkan Komentar Kontroversial

R
EP
Resty
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Ustadz Maher dikabarkan meninggal di Rutan Bareskrim pada Senin, 8 Februari 2021.

Keluarga dan kuasa hukumnya mengatakan bahwa penyebab kematiannya adalah sakit pada usus dan juga alergi kulit.

Almarhum Ustadz Maaher dipenjara atas kasus penghinaan terhadap Habib Luthfi bin Yahya, Kiai Nahdatul Ulama (NU).

Awalnya, Ustadz Maheer mengunggah gambar Habib Luthfi yang sedang memakai sorban dengan seraya menuliskan “Iya tambah cantik pake jilbab kayak kyainya Banser ini ya.”

Cuitan tersebut dengan cepat mengundang kontroversi, utamanya dari beberapa tokoh NU seperti Agus Miftah dan juga netizen pendukung NU.

Baca Juga

Dilansir dari suara.com, jaringan terkini.id, Ustadz Maaher lalu dilaporkan oleh Waluyo Wasis Nugroho ke Bareskrim Polri pada tanggal 27 November 2020 lalu.

Pada tanggal 3 Desember 2020 lalu, ia kemudian ditangkap dan resmi ditahan sejak 4 Desember 2020.

Sayangnya, ia menghembuskan nafas terakhir sebelum menyelesaikan masa tahanannya.

Ustadz Maaher Meninggal, Tengku Zulkarnain dan Denny Siregar Lontarkan Komentar Kontroversial

Denny Siregar: Gua kira dulu si Maaher sakitnya pencitraan

“Gua kira sakitnya si Maheer cuman pencitraan doang pas dia mengeluh sakit dan jatuh dari kursi,” cuit Denny Siregar sembari mengunggah video Uztadz Maheer saat live Instagram.

“Ternyata memang dia menyimpan penyakit berat. Semoga almarhum dilapangkan jalannya dan diampuni dosanya,” tambahnya.

Meskipun pada akhir cuitannya, Denny Siregar mendoakan Ustad Maaher, kalimatnya di awal dikritik oleh beberapa netizen.

”Ada baiknya tidak nambahin dosa dam kita tidak sesat,” tulis pemilik akun @ronaldliem.

“Udah puas belum,” tulis pemilik akun @widdodo15.

Tengku Zulkarnain: kalau menghina orang, sampai mati di penjara, rasanya memprihatinkan

Ustadz Tengku Zulkarnain mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Ustadz Maaher di Rutan Bareskrim Polri.

Ia juga menyinggung kasus penghinaan yang menyebabkan Ustadz Maaher dipenjara.

Tengku Zulkarnain menyayangkan bahwa Ustadz Maheer harus meninggal di penjara hanya karena kasus penghinaan.

Menurutnya, kasus penghinaan yang menimpa Ustadz Zulkarnain seharusnya bisa diselesaikan dengan damai.

“Kalau pembunuh mati di penjara wajar. Koruptor trilyunan, pemerkosa, penghina agama, pedofilia, dan teroris masti di penjara wajar. Tapi kalau menghina orang, sampai mati di penjara, rasanya memprihatinkan. Sesama muslim bukankah bisa Ishlah? Demikian tulisan Tengku Zulkarnain di twitter pribadinya.

Beberapa netizen mendukung pernyataan Tengku Zulkarnaen namun ada juga menilai bahwa cuitan tersebut bernada provokatif.

Cuitan tersebut memang menyinggung kasus penghinaan yang menyebabkan Ustadz Maaher dipenjara. 

“Ust Maaher meninggal kok malah dibuat konten.. Mbok yah didoaian ajah udah selesai. Jangan panjang lebar ke mana-mana,” kata pemilik akun twitter @Arrozak9.

“Dzul Dzul.. ada orang meninggal kok dobikin bahan untuk provokasi mulu,” kata pemilik akun twitter @4Buzzer.

Bagaimana dengan Nikita Mirzani?

Nikita Mirzani yang sebelumnya sempat bersiteru dengan Ustadz Maaher hanya menyampaikan bela sungkawa melalui akun instagramnya.

“Semoga Ustads Maaher dilapangkan kuburnya, diampuni semua dosanya, dan diterima amal kebaikannya. Turut berduka cita,” tulis Nikita Mirzani.

Sikap Nikita Mirzani ini dibanjiri pujian dari netizen.

“Sunggu bijaksana manusia ini, sudah disakiti masih tetap mendoakan,” tulis pemilik akun @qamungkaz.

“Ya Allah Nyai salut aku sama Anda. Nyai maafin khilafnya ustadz Maaher ya nyai,” kata pemilik akun @sabda.aziz_dm.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.