Tengku Zul Sentil Sosok yang Sebut Akhirat Hanyalah Ramalan, Sindir Megawati?

Terkini.id, Jakarta – Ustaz Tengku Zulkarnain menyindir sosok yang ia sebut pernah menyebut akhiran hanya sekadar ramalan.

Menurut Tengku Zul, setelah adanya pernyataan pembesar itu banyak bermunculan ujaran kebencian yang menguncilkan kaum dan agama Islam. 

Tengku Zul mengungkapkan kekecewaannya ini melalui cuitan yang ia bagikan pada akun Twitter pribadinya, Rabu, 14 April 2021.

Baca Juga: Heran dengan ‘Kadrun’, Politisi PDIP: Boro-Boro Ketemu Bidadari, Kita Aja...

“Semenjak seorang pembesar mengatakan akhirat itu hanya ramalan saja. Bertubi-tubi penghinaan terhadap aqidah Islam bermunculan,” ungkapnya seperti dikutip terkini.id dari @ustadtengkuzul.

Bahkan, menurut Tengku Zul, orang-orang kini sudah berani menghina keistimewaan surga yang disiapkan oleh Allah di surga nanti 

Baca Juga: Ma’ruf Amin Ajak Teladani Tengku Zul, Ade Armando: Tak Ada...

“Bidadari surga dihina. Keindahan surga dihina. Bahkan belajar aqidah dikatakan bisa jadi radikal,” katanya.

“Masih belum sadarkah muslimin?” tutupnya.

Cuitan mantan Wasekjen MUI ini kemudian mengundang komentar warganet pada kolom komentar.

Baca Juga: Notaris Dipolisikan Gegara Nistakan Tengku Zul, Denny Siregar: Emang Dia...

Salah seorang warganet menyorot sosok yang dimaksud Tengku Zul dengan menaksir siapakah tokoh tersebut.

Dilansir dari Suara, seorang warganet dengan akun @nofor**** mengaitkan pernyataan Tengku Zul dengan pidato yang disampaikan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Ini bukan sih, tadz?” tanya warganet tersebut dengan menyertakan link pemberitaan mengenai pidato Megawati.

Megawati sewaktu itu dalam pernyataan pidatonya dalam hal ini menanggapi aksi massa yang terjadi di akhir 2016 

“Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Mereka memaksakan kehendaknya sendiri, tidak ada dialog, apalagi demokrasi. Apa yang mereka lakukan hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter, dan dijalankan dengan cara-cara totaliter pula. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan,” terang Megawati.

Megawati juga menyertakan kata ‘peramal masa depan’ yang waktu itu sempat diperkarakan oleh Habib Rizieq.

“Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti-kebhinekaan. Itu yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir tahun ini (2017). Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa ‘self fulfilling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya,” tutur Mega.

Namun, Tengku Zul sampai saat ini belum memberikan kejelasan siapa sosok yang ia maksud pada cuitannya.

Bagikan