Utang AS Rp 405.000 Triliun, Yellen: Gagal Bayar Potensi Picu Krisis Keuangan Bersejarah

Terkini.id, Washington Utang AS Rp 405.000 triliun, Yellen: gagal bayar potensi picu krisis keuangan bersejarah. Ada kabar tak sedap datang dari Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). Pasalnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu) AS Janet Yellen terus mendorong Kongres Amerika untuk menaikkan batas utang plafon.

Hal tersebut ditekankan Janet Yellen mengingat gagal bayar atau default pada utang AS bakal memicu krisis keuangan bersejarah.

Menurutnya, krisis yang dipicu default akan menambah kesulitan di tengah pandemi Covid-19 yang berkelanjutan. Parahnya, sebut Yellen, faktor default tersebut bakal mengguncang pasar dan menjerumuskan ekonomi Amerika dalam resesi dan kenaikan suku bunga yang berkelanjutan.

Baca Juga: Amerika Serikat Menyumbang Dana Sebesar Rp7,1 Triliun Untuk Pemerintahan Ukraina

“Kami akan keluar dari krisis ini sebagai negara yang lebih lemah secara permanen,” beber Yellen seperti dilansir dari Reuters via tribunnews.com, Jumat 24 September 2021.

Yellen tidak memberikan pilihan batas waktu baru untuk kemungkinan default. Kendati demikian, ia memberikan gambaran kerusakan ekonomi yang akan menimpa konsumen melalui biaya pinjaman yang lebih tinggi dan harga aset yang lebih rendah lantaran default.

Baca Juga: Menkeu Janet Yellen: Amerika Serikat Tidak Akan Datang Jika Rusia...

Sebelumnya, ia juga telah mengingatkan default bisa datang sekitar Oktober 2021, yaitu ketika Departemen Keuangan kehabisan cadangan kas dan kapasitas pinjaman yang luar biasa di bawah batas utang 28,4 triliun dolar AS.

Bila dikonversi menjadi rupiah, nilai tersebut setara Rp 405 ribu triliun dengan asumsi kurs dolar AS (Rp 14.276).

“Kita dapat meminjam lebih murah ketimbang hampir semua negara lain, dan gagal bayar akan membahayakan posisi fiskal yang patut ditiru ini. Itu juga akan membuat Amerika menjadi tempat tinggal yang lebih mahal, karena biaya pinjaman yang lebih tinggi akan membebani konsumen,” ungkap Yellen.

Baca Juga: Menkeu Janet Yellen: Amerika Serikat Tidak Akan Datang Jika Rusia...

Ia memaparkan, pembayaran Mortgage, pinjaman mobil, tagihan kartu kredit, serta semua yang dibeli dengan kredit akan lebih mahal setelah gagal bayar.

Seperti diketahui, Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS telah menolak untuk mendukung menaikkan atau menangguhkan utang AS.

Senator AS, Bill Cassidy dari Louisiana mengatakan Demokrat ingin meningkatkan batas pinjaman untuk mendanai triliunan dolar dalam pengeluaran ‘Daftar keinginan Demokrat’.

Merespons hal itu, Janet Yellen berpendapat, pagu utang adalah berkaitan tentang membayar kewajiban pengeluaran masa lalu. Sehingga, menunggu terlalu lama untuk menaikkan pagu utang dapat mengakibatkan ‘kerusakan’ ekonomi.

Hal tersebut dapat dicontohkan seperti krisis pagu utang 2011 yang mendorong pemerintah federal ke ambang default yang mengubah peringkat kredit.

“Hal tersebut menyebabkan gangguan pasar keuangan yang berlangsung selama berbulan-bulan. Waktu adalah uang di sini, berpotensi miliaran dolar. Baik penundaan maupun default tidak dapat ditoleransi,” tegas Yallen.

Bagikan