Terkini.id, Jakarta – Pemerintah lewat Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menanggapi kritikan dari masyarakat terkait vaksin corona yang disebut berbayar.
Nadia menjelaskan bahwa anggaran yang harus disiapkan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 tidak kecil.
Zelain anggaran vaksinasi, kata Nadia, juga diperlukan biaya untuk menyiapkan rumah sakit, alat pelindung diri, dana bantuan sosial dan lainnya.
“Fiskal kita kan masih diperlukan juga anggaran untuk RS, APD, layanan kesehatan lainnya,” kata Nadia, Minggu 13 Desember 2020 seperti dikutip dari Kompas.com.
Menurutnya, seandainya seluruh biaya vaksinasi digratiskan, maka anggaran penanganan pandemi Covid-19 berpotensi membengkak. Sementara, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih minus.
- KAMPAS Diminta Perluas Gerakan, Kajian Zona 1 Dipandu Ketua Pemuda Muhammadiyah Bulukumba
- Kebakaran Mal Nipah Park Makassar Berhasil Dipadamkan, Operasional Tetap Berjalan Normal
- Paradoks Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik: Membaca Arah Kekayaan di Era Turbulensi
- Semarak 17 Agustus, Warga BTN Makkio Baji Ubah Perayaan Kemerdekaan Jadi Gerakan Peduli Lingkunganmk
- Astra Motor Sulsel dan FIFGroup Salurkan Bantuan untuk Petani Terdampak Kekeringan di Sidrap
Oleh karena itu, kata Nadia, terkait kemungkinan vaksinasi Covid-19 digratiskan total belum dipastikan oleh pemerintah.
“Pemerintah akan menimbang dari berbagai aspek ya,” ujarnya.
Hingga saat ini, lanjut Nadia, kepastian tentang harga vaksin Covid-19 masih akan terus dibahas oleh para pemangku kepentingan.
Kendati demikian, Nadia memastikan bahwa masyarakat yang terkendala biaya terkait vaksin Covid-19 akan dibantu oleh pemerintah.
“Kalau masyarakat sosial ekonominya kurang pasti akan ditanggung pemerintah,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
