Vaksinasi Tahap Awal bagi Tenaga Kesehatan di Makassar Masih Rendah

Terkini.id, Makassar – Vaksinasi Covid-19 tahap awal untuk tenaga kesehatan di Makassar belum berjalan maksimal. Pasalnya, dari sekitar 14 ribu tenaga kesehatan yang harus mendapatkan vaksinasi, baru mencapai sekitar 1.500 yang telah selesai.

“Masih rendah, baru sekitar 1.500-an, kurang lebih hampir 14 ribu nakes ini yang harus divaksin,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Agus Djaja Said, Rabu, 27 Januari 2021.

Agus menjelaskan 400 tenaga kesehatan di antaranya telah melakukan screening, namun tidak memenuhi syarat.

Baca Juga: Kemenparekraf Prioritaskan Dana Hibah Pariwisata 2021 untuk Kota Makassar

“Jadi kalau dihitung sudah dua ribu sebenarnya tapi kan ada yang tidak divaksin gara-gara tidak lulus screening,” kata Agus.

Selain itu, Agus mengatakan vaksinasi tahap kedua untuk pejabat di Makassar akan dimulai Kamis, 28 Januari 2021. 

Baca Juga: Sandiaga Uno Sebut Ada Semangat Baru Kebangkitan Ekonomi di Makassar

Sejumlah pejabat di Makassar termasuk Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin akan menerima suntikan kedua vaksin Covid-19 jenis Sinovac. Agus menjelaskan ada sekitar 11 orang yang akan mengikuti vaksinasi tahap kedua.

Menurut Agus, vaksinasi tahap kedua akan berlangsung di Puskesmas Makkasau, sama seperti sebelumnya.

“Tetap di mana divaksin di Puskesmas Makkasau yah di sana,” ujar Agus.

Baca Juga: Jawab Antusiasme Pasar, Lippo Group Kembali Kembangkan Hunian Baru di...

Menurut Agus, untuk memunculkan antibodi diperlukan dua suntikan sebagaimana aturan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Suntikan vaksin Covid-19 kedua dilakukan dua pekan ke depan usai penerima mendapat vaksin pertama.

“Perlu dua kali penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac untuk memunculkan antibodi,” kata dia.

Sehingga, kata dia, penerima vaksin harus menjalani penyuntikan kedua kalinya dalam waktu 14 hari setelah penyuntikan pertama.

Agar upaya perlindungan vaksin Covid-19 maksimal, Agus mengingatkan agar tetap patuh protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Bagikan