Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin meminta 47 Puskesmas memberikan edukasi kepada masyarakat ihwal vaksinasi multidose.
Ida, sapaannya, menuturkan hal itu untuk meminimalisir terjadinya kerugian negara. Pasalnya, setiap jenis vaksin memiliki cakupan yang berbeda-beda.
“Tidak serta merta 1 atau 2 orang datang langsung divaksin karena kita mengikuti multidose,” kata Ida, Senin, 3 Januari 2022.
Dalam kemasan satu botol vaksin jenis Moderna dapat digunakan untuk menyuntik 14 orang.
Sementara kemasan botol vaksin Sinovac dosis kedua digunakan untuk 10 orang. Lain lagi degan Prizer yang membutuhkan 6 orang.
- Respons Kilat! Dinkes Makassar Tindaklanjuti Aduan Warga Lewat LONTARA+
- Makassar Dinobatkan Kota KTR Terbaik, Tapi Perjuangan Belum Usai
- Rayakan Kemerdekaan, Hyundai Gowa Sediakan Puluhan Unit Ambulance Untuk Dinkes Kota Makassar
- Lawan Polio, Makassar Targetkan Imunisasi 184.000 Anak
- 2,535 Warga Makassar Terlayani Home Care Dottoro'ta di Semester Pertama 2024
“Jadi harus sesuai dengan kuota yang ditetapkan karena vaksin hanya bertahan 6 jam di luar, kalau lewat dari itu dan tidak ada lagi yang divaksin, kita buang, kerugian negara lagi pastinya,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ida mengatakan pemerintah kota menargetkan vaksinasi 100 persen pada tahun 2022. Saat ini realisasi vaksinasi sudah mencapai angka 84,97 persen.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi dengan tetap mengikuti persyaratan
“Buka vaksinasi mulai jam 8 sampai jam 2,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
