Terkini.id, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa varian virus covid-19 yang baru, Omicron lebih berbahaya dari varian Delta.
Dilansir dari Okezone.com, pada Senin, 29 November 2021, WHO menyatakan bahwa varian Omicron pertama kali dilaporkan berasal dari Afrika Selatan pada 24 November lalu, dan telah ditemukan di Botswana, Jerman, Belgia, Hongkong, Inggris, Australia dan Israel.
WHO menyebutkan bahwa “data awal menunjukkan bahwa ada peningkatan rawat inap di Afrika Selatan, tetapi mungkin karena meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik,” (dilansir dari Reuters).
Luhut mengungkapkan bahwa “Varian tersebut mengandung 50 mutasi yang dapat memengaruhi kecepatan penularan dan kemampuan virus untuk menghindari antibodi yang dibentuk oleh vaksin” jelasnya.
“Hingga saat ini, 13 negara telah mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi (confirmed and probable cases) varian Omicron di negara mereka,” ungkap Luhut.
- Tegas! Luhut Minta WNI Berduit, Karantina Berbayar di Hotel
- Waspada! Karena Varian Baru Omicron, Ibadah Umrah Ditunda Hingga 2022
- Bantah Omicron Telah Terdeteksi di Cikarang Bekasi, Kemenkes Bilang Begini!
- Antisipasi Varian Baru Omicron, Satgas Sulsel Pantau Pergerakan Covid-19
- Antisipasi Penularan Omicron, Luhut Binsar: Pejabat Negara Dilarang ke Luar Negeri
Deteksi varian Omicron tersebut menimbulkan keprihatinan terhadap dunia global. Sehingga beberapa negara pun bergegas memberlakukan pembatasan perjalanan.
Hal ini juga berpengaruh terhadap kembalinya peningkatan ekonomi yang mulai bangkit setelah pandemi global.
WHO menjelaskan bahwa “para ahli sedang bekerja untuk memahami potensi dampak dari varian pada tindakan pencegahan yang ada terhadap covid-19, termasuk vaksin” (dikutip dari Okezone.com).
Menyikapi perkembangan kasus covid-19 dengan varian baru tersebut, Pemerintah Indonesia melakukan berbagai antisipasi.
Diantaranya, pengetatan prosedur perjalanan dari WNA asal negara Afrika, hingga wajib mengikuti karantina selama 14 hari.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
