Terkini.id – Ketua Koordinator dan Kesekretariatan Satuan Tugas Covid-19 Sulawesi Selatan (Sulsel), Arman Bausat mengatakan akan terus memantau pergerakan Covid-19.
Sebab di beberapa negara terdeteksi Varian baru dari virus Covid-19 yakni varian Omicron. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa virus tersebut berisiko memicu lonjakan Covid-19 baru.
“Kami pantau terus ini. Biasanya kalau ada masuk pasti melalui dulu di pintu gerbang negara. Kalau sudah mulai terdeteksi di Jakarta, otomatis harus diwaspadai,” kata dia, di Makassar, Rabu 1 Desember 2021.
Arman meminta masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan 5M seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.
“Kalau misalnya di Jakarta tiba-tiba terdeteksi maka, otomatis kami tracing dan testing dan meningkatkan antisipasinya. Kalau misalnya ada kasus masuk di Indonesia dari luar negeri Afrika, otomatis bandara sudah mulai dijaga,” ujar dia.
- Menteri Kesehatan RI: Campak Jauh Lebih Menular Daripada COVID-19
- Waspada Lonjakan Kasus COVID-19, Kemenkes Instruksikan Pemda dan Faskes Siap Siaga
- Waspadai Covid-19, Tingkat Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat
- Warga China Pilih Lawan Cuaca Dingin dan Lonjakan Covid-19
- Sejumlah Negara Perketat Pintu Masuk Untuk Turis Dari China
Arman mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri untuk menghindari penerbangan ke negara lain.
“Sudah ada larangan orang Afrika masuk di Indonesia,” beber dia.
Sementara itu, Ketua IDI Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan berdasarkan penyampaian dari Kementerian Kesehatan belum ada varian Omicron yang masuk ke Indonesia. Namun harus tetap diwaspadai dengan menerapkan protokol kesehatan.
Menurut dia, untuk penanganan masuknya varian baru Covid-19 harus melakukan pembatasan pergerakan terutama membatasi orang luar masuk ke Indonesia khususnya Sulsel.
“Saya kira memang yang terpenting pengendalian pada proses perjalanan orang. Kemarin sudah ada surat edaran dari Satgas Covid-19 dan Kemenkumham mengenai pembatasan. Itu secara regulatif untuk membatasi,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
