Makassar Terkini
Masuk

Bikin Geger, Video Kaos Partai Demokrat Dibakar Beredar: Saya Kader Demokrat Menyatakan Mundur

Terkini.id, Jakarta- Sebuah video mempertontonkan kaos Partai Demokrat dibakar saat ini tengah beredar di media sosial. 

Video kaos Partai Demokrat dibakar beredar di media sosial Twitter yang diunggah oleh warganet bernama akun Nakula atau @03_nakula. 

Akun Nakula mengunggah video itu melalui akun Twitternya yang diunggah pada Selasa 9 Agustus 2022.

Adapun video kaos Partai Demokrat dibakar berdurasi 29 detik. 

Tampak jelas dalam video kaos yang dibakar berwarna biru dengan lambang Partai Demokrat, dan serta tulisan “Demokrat”.

Dalam video itu memperlihatkan sebuah tulisan dari pembuat video sebagai berikut,

“Saya Kader Demokrat Kota Bandung dengan ini menyatakan mundur,” tulisan dalam video. 

Sementara itu, akun nakula dalam unggahannya mengatakan bahwa yang mengunggah video tersebut adalah akun Instagram bernama Bimo577. 

“Akun IG Bimo577 memposting pembakaran kaos Demokrat dengan caption,” tulis akun Nakula. 

Adapun caption unggahan akun Bimo577 sebagaimana disebutkan akun Nakula mengatakan bahwa Bimo577 adalah Kader Demokrat Kota Bandung. 

Tidak hanya itu, akun Bimo577, kata akun Nakula, juga menyatakan bahwa demokrasi di dalam Partai Demokrat sudah mati. 

“Saya kader Demokrat kota Bandung, dengan ini menyatakan mundur. Demokrasi di Demokrat sudah mati,” tulis Nakula, mengutip caption unggahan akun Bimo577.

(Twitter/03_nakula)

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando mengomentari fenomena sejumlah kader Partai Demokrat yang mengundurkan diri. 

Dikutip dari Terkini.id, Fernando menyatakan bahwa mundurnya sejumlah kader Partai Demokrat membuktikan ketidakmampuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin partai. 

“Sejak awal saya sudah memperkirakan akan terjadi kekisruhan di dalam internal Partai Demokrat pasca Musda Daerah (Musda) Provinsi dan Musyawarah Cabang (Kabupaten/Kota) karena melihat kepemimpinan AHY yang terkesan sangat tidak demokratis,” ujarnya seperti dilansir jitunews Selasa 2 Agustus 2022.

“Apalagi sistem pemilihan Ketua Partai Demokrat tingkat Provinsi dan tingkat Kabupaten/Kota tidak mutlak ada pada hasil Musda dan Muscab sehingga sangat berpotensi untuk dilakukan transaksional agar terpilih sebagai Ketua,” imbuhnya. 

Dalam hal ini, Fernando melihat gaya kepemimpinan AHY memimpin Partai Demokrat seperti mengelola perusahaan bukan sebagaimana layaknya sebuah organisasi.

Oleh karena itu, Dia menyarankan AHY untuk tak berharap bisa menjadi presiden atau wakil presiden, sedangkan memimpin Partai Demokrat saja tidak mampu atau bahkan menjadi amburadul dan berpotensi perolehan suaranya akan anjlok dari perolehan pemilu 2019. 

“Kalau Partai Demokrat masih terus dipimpin oleh AHY, sangat besar kemungkinan akan semakin ditinggalkan oleh para kadernya yang kecewa terhadap kepemimpinannya dan juga hasil Muscab,” tukasnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari pihak Partai Demokrat terkait pembakaran kaos Demokrat.