Viral Foto Anies Baca Buku ‘How Democracies Die’, PDIP: Dia Sindir Diri Sendiri

Terkini.id, Jakarta — Postingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di media sosial yang menunjukkan dirinya membaca buku berjudul How Democracies Die menjadi viral di media sosial.

Buku tersebut pada intinya menjelaskan bagaimana demokrasi mati. Postingan tersebut dinilai banyak pihak sebagai sindiran untuk pihak pemerintah di bawah rezim Joko Widodo.

Meski begitu, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Gilbert Simanjuntak justru menilai Anies sedang menyindir dirinya sendiri.

Menurutnya, demokrasi bakal mati oleh segelintir orang yang terlalu berkuasa, sebagaimana isi buku yang dibaca oleh Anies.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Nyindir siapa? Nyindir dirinya kurasa lebih tepat. Demokrasi mati oleh segelintir orang yang terlalu berkuasa sesuai isi buku yang dia baca,” kata Gilbert kepada CNNIndonesia.com, Minggu 22 November 2020.

Baca Juga: Soal Nurdin Abdullah, Politikus PDIP: Orang Bereputasi Baik Tergelincir, Pasti...

Gilbert mengungkapkan, Anies harusnya fokus menuntaskan janji kampanye di Pilkada DKI Jakarta 2017 yakni menyejahterakan rakyat, bukan menyejahterakan kelompok tertentu.

Dia menolak menyebutkan secara spesifik terkait kelompok tertentu yang ia maksud tengah disejahterakan oleh Anies.

“Kamu sudah tahu sebenarnya, kelompok yang menjadi pendukungnya dulu. Sekarang dia seharusnya milik publik,” kata Gilbert.

Baca Juga: Sebut Kasus Harun Masiku Bukan Korupsi, Politikus PDIP: Kadrun Tolol

Senada, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gembong Warsono meminta Anies fokus menangani pandemi virus corona atau Covid-19 dan mengantisipasi banjir daripada mengunggah foto membaca buku How Democracies Die yang kemudian ditafsirkan politis oleh sejumlah kalangan.

“Saya kira lebih baik Pak Gubernur fokus melakukan penanganan Covid-19 yang dalam posisi naik dan antisipasi banjir di saat Jakarta mulai diguyur hujan,” tuturnya.

Anies mengunggah foto tengah membaca buku How Democracies Die di akun Instagram miliknya, @aniesbaswedan.

How Democracies Die diketahui dibuat untuk meneliti dinamika politik dalam negeri dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016, serta dinamika politik semasa pemerintah Presiden Donald Trump.

How Democracies Die merupakan buku karya seorang ilmuwan politik lulusan Universitas Harvard, Steven Levitsky dan Daniel Ziblat, yang terbit pada 16 Januari 2018 lalu.

Buku setebal 380 halaman itu menggambarkan cara seorang pemimpin yang terpilih memiliki sumber daya serta akses mengubah proses demokrasi untuk memperkuat cengkeraman kekuasaan secara perlahan di masyarakat.

Bagikan