Terkini.id, Minahasa Utara – Aksi pengrusakan terhadap tempat ibadah yang dilakukan sekelompok masyarakat terjadi di Perum Agape Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara, Rabu malam 29 Januari 2020.
Aksi yang dilakukan sekira 50 orang warga itu membuat bagian dinding dan pagar musalla rusak.
Dari informasi yang beredar, peristiwa yang disebut merupakan aksi spontanitas itu dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Ormas Waraney dan dipimpin Novita Malonda.
Dari foto yang beredar, diketahui warga memprotes pembangunan tempat ibadah di Perum Agape tersebut. Namun informasi lain menyebutkan, warga protes karena menolak jemaah tablig asal Makassar yang beraktivitas tersebut.
Diketahui, jemaah tablig asal Makassar, Sulawesi Selatan, mulai beraktivitas di musalla tersebut sejak Minggu 26 Januari 2020.
- BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Makassar Hadirkan Program Makassar Berjasa untuk 81.500 Pekerja Rentan
- PT Kalla Inti Karsa Borong Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026
- Wali Kota Makassar: Sensus Ekonomi 2026 Kompas Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Makassar
- Great World Circus 2 On Ice Kembali Hadir di Makassar, Hadirkan Sensasi Musim Dingin dan Atraksi Kelas Dunia
- Kampanyekan #Cari_Aman, Asmo Sulsel Ajak Pengguna PCX160 Nikmati Wisata Alam Bersama Keluarga
Menurut informasi, jemaah tablig tersebut menyampaikan jumlah anggotanya sebanyak 10 orang. “Di surat izin berjumlah 10 orang, tetapi kenyataannya di lapangan ada 20 orang dengan jumlah 10 orang yang dipimpin oleh ustaz Abdul Rahmal,” tulis baket kepolisian.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
